Harga Minyak Memanas Lagi Imbas AS-Iran Saling Serang di Selat Hormuz

Harga Minyak Memanas Lagi Imbas AS-Iran Saling Serang di Selat Hormuz

Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz memicu kenaikan harga minyak global, Brent dan WTI naik lebih dari 2%.

(Bisnis.Com) 08/05/26 10:06 215213

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak dunia kembali melanjutkan reli pada Jumat (8/5/2026) setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran saling melancarkan serangan di Selat Hormuz.

Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran pasar bahwa kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara mulai runtuh dan berpotensi mengganggu lalu lintas pengiriman di salah satu jalur minyak terpenting dunia.

Berdasarkan data Tradingview, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Juli naik 2,26% menjadi US$96,76 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni menguat 2,06% ke level US$96,76 per barel.

AS dan Iran saling menuduh sebagai pihak yang memulai serangan di Selat Hormuz. Situasi tersebut semakin membebani kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya sudah melemah akibat berulang kali muncul tuduhan pelanggaran dari kedua belah pihak.

Ketegangan terbaru terjadi di tengah laporan bahwa Iran tengah meninjau proposal perdamaian dari AS untuk mengakhiri perang.

Melansir CNBC International, Presiden AS Donald Trump pada Kamis (7/5/2026) waktu setempat menegaskan bahwa gencatan senjata masih berlaku. Trump menyebut aksi tersebut hanya sebagai serangan ringan.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan pasukan AS telah menghancurkan target-target Iran yang terlibat dalam bentrokan, termasuk kapal kecil dan drone. Dia juga memperingatkan Iran akan menghadapi serangan militer lanjutan apabila gagal mencapai kesepakatan nuklir dengan AS.

Optimisme pasar terhadap kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz mulai memudar setelah muncul laporan bahwa Washington bersiap melanjutkan operasi pengawalan kapal dagang di jalur perairan tersebut, tulis ANZ dalam risetnya.

Bank itu menyebut harga minyak mengalami “kenaikan bak roller coaster” seiring munculnya keraguan terhadap prospek negosiasi damai AS-Iran.

Namun, Trump kemudian menunda “Operation Freedom”, yakni misi angkatan laut AS yang bertujuan mengawal kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz.

“Risiko gagalnya proposal perdamaian AS kemungkinan akan membuat pasar minyak tetap volatil,” tulis analis ANZ Research.

Sementara itu, analis Citi memperkirakan pasar keuangan global akan mulai stabil meskipun sempat dilanda volatilitas akibat konflik di Timur Tengah.

Meski demikian, Citi mengingatkan proses normalisasi pasar tidak akan berjalan mulus dan berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi dalam beberapa bulan ke depan.

#harga-minyak #harga-minyak-global #perang-as-iran #selat-hormuz-ditutup #harga-minyak-naik #harga-minyak-dunia #serangan-selat-hormuz #harga-minyak-mentah #brent-minyak #wti-minyak #gencatan-senjata #n-a

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260508/44/1972332/harga-minyak-memanas-lagi-imbas-as-iran-saling-serang-di-selat-hormuz