Tren Wangi Parfum, Vanila & Woody Ala Timur Tengah Lagi Diminati di Indonesia

Tren Wangi Parfum, Vanila & Woody Ala Timur Tengah Lagi Diminati di Indonesia

Parfum ala Timur Tengah dengan aroma vanila dan woody sedang tren di Indonesia, didorong oleh kebiasaan membawa wewangian dari umrah dan wisata.

(Bisnis.Com) 08/05/26 10:34 215267

Bisnis.com, JAKARTA - Popularitas parfum ala Timur Tengah tengah naik daun di Indonesia. Wewangian dengan karakter hangat dan pekat kian digemari pencinta parfum, karena dinilai bisa bertahan lebih lama.

Komisaris PT Alfa Indo Global , Ali Akbar, mengatakan minat masyarakat terhadap parfum bernuansa manis terus meningkat. Dua kombinasi yang cukup digemari saat ini ialah aroma vanila dan woody yang identik dengan karakter parfum khas Timur Tengah.

“Sekarang lagi tren aroma Timur Tengah seperti Gissah, Rasasi, dan Lattafa. Aromanya lebih sweet dengan sentuhan vanilla dan woody,” ujarnya saat ditemui di ajang Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 di Jakarta.

Menurutnya, meningkatnya popularitas parfum khas Timur Tengah mulai terlihat dalam beberapa tahun terkahir. Hal ini tak lepas dari kebiasaan masyarakat membawa wewangian sebagai buah tangan usai menjalani umrah maupun berwisata ke Dubai dan sejumlah negara Timur Tengah lainnya. Kebiasaan tersebut membuat aroma khas Timur Tengah semakin dikenal luas di Indonesia.

Dia menilai tren itu sekaligus membuka peluang besar bagi industri parfum nasional. Mulai dari merek lokal, usaha parfum refill, hingga bisnis penyedia bahan baku parfum dinilai berpotensi tumbuh seiring meningkatnya minat konsumen terhadap wewangian bergaya Timur Tengah.

Segendang sepenarian, Direktur Utama PT Alfa Indo Global, Fahmi, mengatakan bisnis parfum di Indonesia masih memiliki peluang pertumbuhan yang besar. Menurutnya, permintaan pasar terhadap produk parfum terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Kenaikan tren itu juga turut berdampak pada penjualan perusahaan. Fahmi menyebut volume distribusi bibit parfum Alfa Indo Global dari Parfum Plus France meningkat, dari sekitar 2 ton menjadi 4 ton per bulan.

“Alhamdulillah kuantitas terus naik dan permintaan semakin bertambah. Target kami bisa mendistribusikan lebih dari 10 ton per bulan,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan industri parfum lokal belakangan ini turut mendorong meningkatnya kebutuhan bibit parfum berkualitas. Sebab, banyak brand parfum kini mulai mencari aroma khas sendiri agar memiliki identitas berbeda dan lebih mudah dikenali di pasar.

Dia mengatakan formulasi parfum saat ini juga semakin fleksibel dengan adanya sentuhan atau twist aroma tertentu untuk menciptakan karakter unik. Dengan begitu, parfum yang dihasilkan tetap memiliki ciri khas tersendiri dan tidak terlalu menyerupai parfum original.

Fahmi menyebut pertumbuhan pasar parfum nasional didorong oleh perubahan perilaku konsumen yang kini menjadikan parfum sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Menurutnya, parfum tidak lagi dipandang sekadar produk pelengkap, melainkan sudah menjadi kebutuhan untuk menunjang penampilan dan kepercayaan diri.

#parfum-timur-tengah #aroma-vanila #aroma-woody #parfum-indonesia #tren-parfum #parfum-lokal #parfum-sweet #parfum-khas #parfum-nasional #parfum-refill #parfum-umrah #parfum-dubai #parfum-unik #parfum

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260508/104/1972309/tren-wangi-parfum-vanila-woody-ala-timur-tengah-lagi-diminati-di-indonesia