Purbaya Bantah KEK Keuangan Bali Jadi Tax Haven, Dana Asing Disebut untuk Biayai Investasi RI
Purbaya membantah KEK keuangan Bali jadi surga pajak. Dana asing disebut akan dipakai untuk investasi dan beli SBN.
(Kompas.com) 08/05/26 16:22 215750
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan rencana kawasan ekonomi khusus (KEK) sektor keuangan di Bali hanya akan menjadi tax haven atau surga pajak.
Menurut dia, kawasan tersebut disiapkan untuk menarik aliran modal asing masuk ke investasi domestik sekaligus memperkuat pembiayaan pembangunan nasional.
“Kenapa tiba-tiba dibilang desain tax haven? Memang sudah tahu rencananya seperti apa?” kata Purbaya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (7/5/2026).
Purbaya menjelaskan, konsep KEK finansial yang sedang disiapkan pemerintah akan mengadopsi model pusat keuangan internasional seperti Dubai dengan luas sekitar 100 hektare.
Kawasan tersebut nantinya menggunakan sistem hukum tertentu berbasis common law untuk meningkatkan daya tarik investor global.
Menurut Purbaya, dana asing yang masuk ke kawasan itu memang tidak langsung dikenai pajak. Pemerintah ingin memanfaatkan aliran modal tersebut sebagai sumber pembiayaan investasi baru di Indonesia.
“Uang di situ akan bisa dipakai berinvestasi di proyek Danantara atau proyek-proyek di luar kawasan ekonomi itu dengan prospek yang bagus,” katanya.
Investor yang menempatkan dana di kawasan finansial tersebut juga disebut dapat membeli surat utang negara maupun masuk ke sektor riil nasional.
Pemerintah berharap langkah itu memperkuat basis pembiayaan domestik secara berkelanjutan.
“Pembeli surat utang saya juga bertambah. Jadi makin kuat sumber pembiayaan pembangunan untuk swasta maupun pemerintah,” ujar Purbaya.
Ia menegaskan, insentif pajak hanya berlaku selama dana berada di dalam kawasan finansial tersebut.
Saat modal digunakan untuk investasi produktif di luar kawasan dan menghasilkan keuntungan ekonomi, pemerintah tetap akan menarik pajak.
“Kalau selama di tempat financial center-nya minta tax incentive saya kasih. Tetapi ketika dia keluar ada hasil, ada pajak dan lain-lain, ekonomi jalan,” kata Purbaya.
Menurut dia, skema tersebut juga diharapkan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Masuknya dana asing dalam jumlah besar dinilai dapat memperkuat pasokan devisa di pasar domestik.
Purbaya menambahkan, desain KEK keuangan tersebut masih terus disempurnakan dan ditargetkan segera berjalan dalam waktu dekat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang