Kemenperin pacu ekosistem industri bambu lewat akademi komunitas

Kemenperin pacu ekosistem industri bambu lewat akademi komunitas

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengupayakan penguatan sumber daya manusia (SDM) dan ekosistem industri bambu nasional melalui Program Akademi ...

(Antara) 09/05/26 15:42 216501

Pengembangan industri bambu sejalan dengan arah kebijakan industri hijau karena bambu merupakan material berkelanjutan yang memiliki prospek besar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengupayakan penguatan sumber daya manusia (SDM) dan ekosistem industri bambu nasional melalui Program Akademi Komunitas Bambu (AKB) yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Industri Agro.

Dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bambu merupakan salah satu komoditas berbasis sumber daya alam terbarukan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi dan ramah lingkungan.

"Pengembangan industri bambu sejalan dengan arah kebijakan industri hijau karena bambu merupakan material berkelanjutan yang memiliki prospek besar untuk industri konstruksi, furnitur, kerajinan, hingga berbagai produk inovatif lainnya," ujar Menperin.

Program AKB difokuskan pada penguatan industri bambu melalui penyiapan bahan baku siap pakai yang berkualitas. Dalam pelaksanaannya, peserta dibekali kemampuan teknis terkait penanaman, pengawetan, dan pengolahan bambu guna mendukung kebutuhan sektor hilir.

Melalui program tersebut, menurut dia, akan terjadi peningkatan kualitas produk bambu nasional agar mampu memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar domestik maupun internasional.

Lebih lanjut, Pelaksana tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menjelaskan pelaksanaan AKB telah diinisiasi di Bali pada tahun 2025 dan berhasil menghasilkan 25 Master Bambu melalui pendekatan training of trainers (ToT).

"Program Akademi Komunitas Bambu dirancang untuk membangun komunitas SDM unggul yang mampu menjadi penggerak pengembangan industri bambu di daerah. Fokus pengembangannya adalah untuk membentuk material center/pusat logistic bambu penyedia bahan baku siap pakai," ungkap Putu.

Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring, pelaksanaan AKB Tahun Anggaran 2026 akan difokuskan pada peningkatan kualitas, volume bahan baku dan teknik pascapanen, serta treatment atau pengawetan untuk mendukung kebutuhan industri hilir, dengan komposisi pelatihan sebesar 30 persen teori dan 70 persen praktik lapangan.

Disampaikan dia, peserta program diprioritaskan berasal dari penyedia bahan baku bambu yang berpotensi menjadi trainer di daerah masing-masing. Selain dilaksanakan di Bali, Program AKB juga direncanakan diperluas ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam pengembangan komunitas tersebut, Kementerian Perindustrian juga berusaha menjalin keterlibatan sektor swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).

Salah satu upaya yang tengah dijajaki adalah kerja sama dengan PT KT&G untuk pembangunan fasilitas pendukung AKB berupa asrama pelatihan dan fasilitas pengawetan bambu.

Lebih lanjut, ia menyampaikan Kabupaten Bangli, Bali diidentifikasi sebagai salah satu wilayah potensial dalam pengembangan ekosistem bambu karena didukung ketersediaan lahan, fasilitas logistik bambu, serta mesin pengolahan yang telah tersedia.

Pihaknya, kata dia, sudah melakukan koordinasi terkait kesiapan pengembangan ekosistem bambu dan rencana dukungan CSR dalam kunjungan kerja yang dilakukan.

Putu menegaskan penguatan industri bambu nasional membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Kami berharap industri bambu nasional dapat berkembang menjadi salah satu sektor unggulan berbasis sumber daya alam terbarukan yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja dan meningkatkan daya saing industri nasional," pungkasnya.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

#pemajuan-industri #industri-domestik #kementerian-perindustrian

https://www.antaranews.com/berita/5561236/kemenperin-pacu-ekosistem-industri-bambu-lewat-akademi-komunitas