Kepadatan Terminal Ajyad Jadi Sorotan, PPIH: Sistem Buka Tutup Demi Keselamatan Jemaah Haji
Sistem buka tutup di Terminal Ajyad diterapkan PPIH untuk keselamatan jemaah haji, mengatasi kepadatan usai salat fardhu dengan pengaturan bus dan koridor pejalan kaki.
(Bisnis.Com) 10/05/26 17:37 217093
Bisnis.com, MAKKAH — Sistem buka tutup pintu di Terminal Ajyad, Masjidilharam, menjadi perhatian setelah beredarnya video kepadatan jemaah haji Indonesia yang mengantre bus shalawat usai salat fardhu.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menegaskan kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga keselamatan jemaah di tengah tingginya arus kepulangan dari area Masjidilharam.
Kepadatan terutama terjadi selepas salat Isya, Subuh, dan Jumat ketika ribuan jemaah bergerak bersamaan menuju terminal bus shalawat di kawasan Misfalah. Situasi tersebut memunculkan antrean panjang hingga desakan jemaah saat menunggu giliran naik bus.
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, Syarif Rahman, mengatakan bahwa penerapan sistem buka tutup gerbang terminal berdasarkan evaluasi musim haji sebelumnya yang dinilai semrawut dan berisiko membahayakan jemaah.
“Setiap menjelang kepulangan jemaah haji Indonesia dari Masjidilharam pada saat salat fardhu, terutama salat Isya, salat Subuh dan salat Jumat, di Terminal Ajyad itu memang dilakukan sistem buka tutup pintu,” ujarnya saat diwawancarai tim Media Center Haji (MCH) di Terminal Ajyad, Makkah pada Sabtu (9/5/2026) malam.
Menurutnya, pada musim haji sebelumnya belum terdapat pembatas antara jalur pejalan kaki dan area bus sehingga jemaah langsung berebut masuk ke kendaraan tanpa antrean yang tertata.
“Tahun-tahun sebelumnya itu memang belum ada pagarnya yang membatasi antara koridor jemaah dengan bus sehingga jemaah itu bisa langsung naik bus tetapi kemudian tidak beraturan,” katanya.
Kondisi tersebut, lanjutnya, sempat memicu insiden jemaah tersungkur hingga rawan tertabrak bus akibat padatnya pergerakan di area terminal.
Saat ini, Terminal Ajyad telah dilengkapi koridor khusus pejalan kaki dan akses masuk menuju area bus. Bus shalawat juga diatur sesuai nomor rute sebelum jemaah dipersilakan naik.
“Bus itu kita tata sedemikian rupa sesuai dengan urutan nomor rute, baru jemaah suruh naik,” kata Syarif.
Dia menjelaskan pintu terminal akan ditutup sementara ketika seluruh kursi bus sudah penuh. Penutupan dilakukan sambil menunggu armada berikutnya masuk dan ditata di jalur keberangkatan.
“Ketika bus itu semuanya sudah penuh, bus diberangkatkan maka pintu ditutup supaya jemaah kemudian menunggu sebentar supaya kemudian yang kosong datang ditata lagi,” ujarnya.
Syarif mengakui belum seluruh jemaah memahami mekanisme tersebut sehingga muncul anggapan pintu terminal sengaja ditutup terlalu lama. Oleh karena itu, PPIH meminta ketua regu, ketua rombongan, dan ketua kloter ikut memberikan pemahaman kepada jemaah agar tidak panik saat antre di jam padat.
Berdasarkan pemantauan PPIH di lapangan, proses pengosongan antrean jemaah usai salat Isya berlangsung kurang dari satu jam.
“Saya amati ini bongkaran salat Isya tadi 58 menit bersih untuk seluruh jemaah yang [hotelnya] di Misfalah,” katanya.
Ke depannya, PPIH akan berkoordinasi dengan petugas sektor dan petugas bimbingan ibadah untuk mengatur pola kepulangan jemaah dari Masjidilharam agar tidak menumpuk dalam waktu bersamaan. PPIH juga mengupayakan penambahan akses keluar di Terminal Ajyad guna mempercepat arus jemaah.
“Kami akan usahakan dua pintu mudah-mudahan bisa terbuka sehingga dengan demikian bisa tertib,” ujar Syarif.
#terminal-ajyad #terminal-ajyad-masjidilharam #terminal-ajyad-masjidil-haram #terminal-aziyad #terminal-aziyad-masjidilharam #terminal-aziyad-masjidil-haram #sistem-buka-tutup #sistem-buka-tutup-ajyad #n-a