Cadangan Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton Dinilai RI Masuk Fase Swasembada Lebih Terukur
Mayoritas cadangan beras nasional berasal dari petani.
(Republika) 10/05/26 22:22 217200
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Capaian cadangan beras nasional yang kini menembus lebih dari 5 juta ton dinilai menjadi penanda penting bahwa Indonesia mulai memasuki fase baru menuju swasembada pangan yang lebih nyata dan terukur.
Menurut anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan mencerminkan kemampuan negara dalam membangun ketahanan pangan nasional berbasis produksi dalam negeri.
“Ada kegelisahan yang dulu sering muncul setiap kali bangsa ini berbicara soal beras," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (10/5/2026),
Bukan karena Indonesia tidak memiliki sawah atau petani tidak bekerja keras, tetapi karena negara sering datang terlambat dalam memastikan hasil panen benar-benar memberi manfaat bagi petani.
Dia mengatakan, selama bertahun-tahun masyarakat kerap mendengar istilah “stok aman”, tetapi kondisi itu belum tentu dirasakan langsung oleh rakyat, terutama dalam menjaga stabilitas harga di tingkat pasar.
Namun, menurut dia, situasi saat ini mulai menunjukkan perubahan yang lebih konkret.“Untuk pertama kalinya dalam waktu yang cukup panjang, kalimat stok aman mulai menemukan bentuk yang lebih jujur. Bukan sekadar angka, tetapi angka yang memiliki makna,” ujarnya.
Azis menjelaskan, cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog kini telah melampaui 5 juta ton. Dalam dua tahun terakhir, jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat.
Pada saat yang sama, penyerapan gabah dan beras petani dalam negeri hingga April 2026 telah mencapai sekitar 2,3 juta ton setara beras. Produksi nasional juga meningkat menjadi sekitar 34,69 juta ton pada 2025 atau naik lebih dari 13 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Angka-angka ini penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana membacanya," kata dia mengingatkan.
#cadangan-beras #swasembada-beras #swasembada-pangan #ketahanan-pangan