Teluk Jakarta Tercemar Logam Berat, BRIN Wanti-Wanti Risiko Kesehatan
Teluk Jakarta tercemar logam berat dari industri dan limbah, berisiko bagi ekosistem dan kesehatan manusia. BRIN sarankan penanganan terpadu untuk mengatasi masalah ini.
(Bisnis.Com) 11/05/26 04:00 217217
Bisnis.com, JAKARTA — Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan lima jenis logam berat mencemari sedimen laut di Teluk Jakarta. Temuan tersebut memperlihatkan tingginya tekanan pencemaran akibat aktivitas industri, limbah domestik, hingga aktivitas pelabuhan di kawasan pesisir ibu kota.
Berdasarkan hasil penelitian terbaru tim Peneliti Pusat Riset Oseanografi BRIN, lima logam berat yang ditemukan mencemari sedimen laut Teluk Jakarta meliputi seng (Zn), tembaga (Cu), nikel (Ni), timbal (Pb), dan kadmium (Cd).
Peneliti Pusat Riset Oseanografi BRIN Idha Yulia Ikhsani mengatakan, konsentrasi logam berat umumnya ditemukan lebih tinggi di wilayah pesisir yang berdekatan dengan daratan, kawasan padat penduduk, serta area industri.
Melalui analisis menggunakan sejumlah indeks lingkungan seperti Enrichment Factor (EF), Geoaccumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Pollution Load Index (PLI), tim peneliti menemukan bahwa seng (Zn) menjadi salah satu logam pencemar dominan di Teluk Jakarta. Selain itu, kadar Zn, Pb, dan Cu di sejumlah lokasi disebut telah melampaui ambang batas tertentu berdasarkan standar internasional.
“Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak terhadap ekosistem laut, terutama bagi organisme dasar perairan (bentik) yang hidup bersentuhan langsung dengan sedimen,” kata Idha dalam keterangan resmi, dikutip Bisnis, Minggu (10/5/2026).
Dia menuturkan, Teluk Jakarta selama ini menghadapi tekanan lingkungan signifikan akibat pesatnya urbanisasi dan industrialisasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Salah satu indikator tekanan tersebut adalah pencemaran logam berat pada sedimen dasar laut.
Logam berat yang berasal dari sungai, limbah domestik, industri, hingga aktivitas pelabuhan cenderung mengendap di dasar laut dan sulit terurai. Kondisi tersebut membuat sedimen tercemar berpotensi menjadi sumber pencemaran jangka panjang karena sewaktu-waktu dapat melepaskan kembali logam berat ke kolom air.
BRIN mencatat, sumber utama logam berat di Teluk Jakarta berasal dari aktivitas pelabuhan dan perkapalan, limbah industri, aliran sungai yang membawa limbah domestik perkotaan, limpasan kawasan padat penduduk, hingga residu aktivitas pertanian. Berbagai sumber tersebut bermuara ke Teluk Jakarta melalui sungai-sungai utama dan akhirnya mengendap di sedimen pesisir.
Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Oseanografi BRIN Lestari, melakukan penilaian risiko menggunakan metode Risk Assessment Code (RAC) untuk mengetahui potensi logam berat terlepas ke lingkungan dan masuk ke rantai makanan. Hasilnya menunjukkan seng (Zn) di hampir seluruh stasiun pengamatan memiliki potensi tinggi terserap organisme laut dan masuk ke rantai makanan.
Adapun, Cu dan Pb dinilai lebih stabil di sedimen sehingga risikonya relatif lebih rendah, meski tetap perlu diwaspadai. Lestari menyebut, logam berat yang terserap dapat terakumulasi dalam tubuh organisme laut, terutama kerang, kepiting, dan biota bentik lainnya.
“Jika organisme tersebut dikonsumsi manusia secara terus-menerus, logam berat dapat masuk ke dalam tubuh dan meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang,” jelasnya.
Peneliti dari Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN Rachma Puspitasari juga menemukan adanya potensi risiko non-karsinogenik bagi manusia akibat akumulasi kadmium (Cd) dalam jaringan kerang hijau.
“Karena itu, pencemaran logam berat tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keamanan pangan masyarakat pesisir dan konsumen hasil laut,” tuturnya.
Menurutnya, penanganan pencemaran di Teluk Jakarta memerlukan langkah terpadu mulai dari pengendalian limbah industri, peningkatan pengolahan limbah domestik, pengawasan kualitas sungai yang bermuara ke teluk, hingga pemantauan rutin cemaran pada sedimen dan biota laut
#teluk-jakarta #pencemaran-logam-berat #risiko-kesehatan #brin-penelitian #sedimen-laut #aktivitas-industri #limbah-domestik #kawasan-pesisir #logam-berat #ekosistem-laut #urbanisasi-jakarta #industri