Jawa Tengah Tawarkan 21 Proyek Investasi di CJIBF 2026
Pemprov Jawa Tengah akan terus mendorong arus investasi untuk masuk ke wilayahnya, mengingat besarnya kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
(Bisnis.Com) 11/05/26 18:34 218132
Bisnis.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menawarkan beragam proyek investasi kepada para investor dalam ajang Central Java Investment & Business Forum (CJIBF) 2026 di Semarang, Senin (11/5/2026).
Potensi pada sektor energi terbarukan, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata, serta pertambangan ditawarkan demi menggenjot realisasi investasi di Jawa Tengah.
"Kita gunakan (CJIBF) untuk business matching, antara pengusaha dan pemerintah, mitra, dan sebagainya termasuk dengan pengelola kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus di wilayah kita," ucap Luthfi saat membuka gelaran tahunan itu.
Dalam gelaran CJIBF 2026 ini, ditawarkan 21 Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Proyek-proyek investasi tersebut juga mencakup 4 kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus dengan total nilai investasi yang ditawarkan mencapai Rp30 triliun.
Arus investasi memang mendapat perhatian serius oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah lantaran kontribusinya yang cukup signifikan bagi perekonomian daerah. Tercatat pada Kuartal I/2026, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp23,02 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 92.000 orang. Sebelumnya, sepanjang 2025, capaian investasi di Jawa Tengah bahkan mencapai Rp110 triliun.
Pada Kuartal I/2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah berhasil melampaui rerata nasional dengan angka 5,89%.
"Artinya, untuk meningkatkan ekonomi di wilayah kita perlu adanya forum-forum seperti ini (CJIBF)," jelas Luthfi.
Selain itu, Luthfi mengungkapkan bahwa masih ada 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang coba dikembangkan Jawa Tengah untuk mendorong masuknya arus investasi ke wilayah itu.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu mengatakan bahwa Jawa Tengah merupakan daerah yang sangat penting bagi investasi. Capaian yang diperoleh pada 2025 termasuk sangat tinggi secara nasional, dan realisasi pada Kuartal I/2026 juga menjadi salah satu yang tertinggi.
"Pertumbuhan ekonomi itu sebenarnya 30% kontribusinya dari sektor realisasi investasi," kata Todotua.
Untuk itu, Todotua berharap gelaran CJIBF yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bank Indonesia ini dapat mendukung geliat perekonomian daerah. Lebih lanjut, gelaran tersebut juga diharapkan mampu menggenjot angka pertumbuhan realisasi investasi, menciptakan ekosistem bagi pelaku usaha, dan mendorong sinergi antara UMKM dengan industri besar.
Terkait rencana pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru, Todotua menilai sudah sepatutnya Jawa Tengah mengambil langkah tersebut. Terlebih dengan potensi luas wilayah dan potensi daerah yang cukup besar. "Kalau ada kawasan industri, perizinan akan lebih mudah dan cepat," ujarnya.
Pada tahun ini, gelaran CJIBF memasuki kali pelaksanaan ke 10. Berbagai rangkaian kegiatan disiapkan, seperti talkshow bertema "Empowering Green and Sustainable Growth: Unlocking Investment Opportunities in Central Java\'s Leading Sectors", project showcasing, one on one meeting, dan kunjungan langsung ke lokasi proyek investasi unggulan.
#jawa-tengah-investasi #cjibf-2026 #proyek-investasi-jawa-tengah #energi-terbarukan-jawa-tengah #pertanian-jawa-tengah #pariwisata-jawa-tengah #pertambangan-jawa-tengah #kawasan-industri-jawa-tengah #k