Tiga Komoditas Utama Lesu, Ekspor Sumsel Kuartal I/2026 Merosot Tajam
Ekspor Sumsel Q1 2026 turun 29,85% jadi US$1,23 miliar, dipicu penurunan ekspor nonmigas 33,02%.
(Bisnis.Com) 12/05/26 16:45 219196
Bisnis.com, PALEMBANG — Kinerja ekspor Sumatra Selatan (Sumsel) pada kuartal I/2026 mengalami tekanan cukup dalam.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Moh. Wahyu Yulianto mengatakan nilai ekspor kumulatif Januari hingga Maret 2026 tercatat sebesar US$1,23 miliar. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$1,76 miliar.
“Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor Sumsel turun 29,85%,” ujarnya, dikutip Selasa (12/5/2026).
Penurunan tersebut terutama dipicu melemahnya ekspor nonmigas yang terkontraksi 33,02% menjadi US$1,11 miliar. Sementara itu, ekspor minyak dan gas (migas) masih tumbuh positif sebesar 22,47% dengan nilai mencapai US$123,52 juta.
Wahyu menjelaskan kontraksi ekspor nonmigas terjadi di sejumlah sektor utama. Ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 5,89%, sedangkan sektor pertambangan mengalami penurunan paling dalam hingga 50,99%. Adapun industri pengolahan juga terkontraksi sebesar 20,28%.
“Komoditas yang mengalami penurunan antara lain batu bara sebesar 50,99%, karet sekitar 22,7%, serta industri bubur kayu sebesar 3,4%,” jelasnya.
Sepanjang kuartal I/2026, tujuan utama ekspor Sumsel masih didominasi ke China dengan nilai mencapai US$456,46 juta. Komoditas yang diekspor meliputi pulp kayu sebesar US$287,88 juta, batu bara dan lignit US$80,96 juta, serta karet dan produk turunannya senilai US$69,81 juta.
“Selain itu, ekspor Sumsel juga mengalir ke India dengan nilai US$120,23 juta atau 9,71% dari total ekspor, serta Malaysia sebesar US$90,88 juta atau 7,34%,” pungkasnya.
#ekspor-sumsel #ekspor-nonmigas #ekspor-migas #ekspor-pertanian #ekspor-kehutanan #ekspor-perikanan #ekspor-pertambangan #ekspor-industri-pengolahan #penurunan-ekspor #ekspor-batu-bara #ekspor-karet #e