DEN Ungkap Bocoran Skema Baru Pembatasan BBM Subsidi

DEN Ungkap Bocoran Skema Baru Pembatasan BBM Subsidi

Pemerintah siapkan skema baru distribusi BBM subsidi, termasuk pembatasan Pertalite dan solar berdasarkan jenis kendaraan. Ada pula transformasi subsidi elpiji 3 kg.

(Kompas.com) 13/05/26 05:08 219579

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah menyiapkan skema baru distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi agar lebih tepat sasaran.

Salah satunya mencakup pembatasan pembelian Pertalite dan solar subsidi atau Biosolar.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengatakan, pembatasan tersebut akan dilakukan berdasarkan jenis kendaraan dan kapasitas mesin atau cubic centimeter (CC) kendaraan.

Kementerian ESDM pun tengah merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM.

"BBM Pertalite, solar, terserah nanti kalau Perpres 191 itu yang sudah didiskusikan juga kemarin di DEN dengan (Pertamina) Patra Niaga itu bisa kita realisasikan, kita batasi, walaupun itu masih komoditas subsidi, tapi paling tidak jenis segalanya kita batasi," ujar Satya dalam webinar Sarasehan Energi-Transisi Energi di Tengah Disrupsi Geopolitik Global, Selasa (12/6/2026).

Ia menuturkan, revisi Perpres 191/2014 hingga kini masih dalam tahap pembahasan pemerintah.

Satya bilang, pembatasan berdasarkan jenis kendaraan dan kapasitas mesin berpotensi menghemat konsumsi BBM subsidi hingga 10-15 persen dari total volume penyaluran. "Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15 persen daripada volume,” kata dia.

Selain membatasi pembelian BBM subsidi, pemerintah juga menyiapkan transformasi subsidi elpiji 3 kilogram (kg) dari skema berbasis komoditas menjadi berbasis penerima manfaat.

Menurut Satya, penyaluran elpiji subsidi nantinya akan mengacu pada data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Kalau Elpiji 3 kg itu transformasi ke subsidi yang berbasis orang, dengan data tadi P3KE dan DTKS, itu juga ada satu penghematan," ucapnya.

Ia menambahkan, strategi pengendalian subsidi energi juga akan dibarengi langkah efisiensi konsumsi melalui percepatan elektrifikasi transportasi, pengembangan transportasi publik, hingga audit energi bagi industri besar.

Di sisi pasokan, pemerintah juga mendorong optimalisasi domestic market obligation (DMO) batu bara dan gas untuk pembangkit listrik PLN, serta peningkatan mandatoribiodiesel B50 guna mengurangi impor solar.

"Jadi demand side-nya kita garap, supply side-nya kita memaksimalkan DMO batu bara dan gas untuk PLN dengan harga domestik, pemanfaatan B50 insya Allah nanti sawit kita sedikit produktivitasnya dinaikkan, dia bisa mengisi di dalam tapi juga menjaga dominasi ekspor kita, karena sawit itu menjadi komoditas yang unggulan kita,” jelas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#subsidi-elpiji-3-kg #bbm-subsidi #perpres-191-tahun-2014 #satya-widya-yudha

https://money.kompas.com/read/2026/05/13/050800326/den-ungkap-bocoran-skema-baru-pembatasan-bbm-subsidi