Ini Kata Purbaya soal Keluhan Kadin China ke Prabowo

Ini Kata Purbaya soal Keluhan Kadin China ke Prabowo

Menkeu Purbaya menanggapi keluhan investasi China ke Prabowo terkait DHE SDA dan royalti mineral. Indonesia tegaskan prioritas kepentingan nasional di tengah isu tersebut.

(Kompas.com) 13/05/26 07:04 219659

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons keluhan kamar dagang China kepada Presiden Prabowo Subianto terkait hambatan investasi di Indonesia, termasuk kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) dan rencana kenaikan pajak maupun royalti sektor mineral.

Purbaya menegaskan pemerintah tetap akan mengutamakan kepentingan nasional dalam menyusun kebijakan pengelolaan sumber daya alam, termasuk rencana penyesuaian royalti mineral.

“Kalau mineralnya kan enggak apa-apa, itu punya kita mineralnya,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menurut Purbaya, investor asing tetap memiliki pilihan untuk berinvestasi di negara lain apabila merasa kebijakan Indonesia tidak sesuai dengan kepentingan bisnis mereka.

“Kalau yang lainnya mau pindah-pindah saja, cari mineralnya di tempat mana,” katanya.

Meski demikian, Purbaya menegaskan hingga kini pemerintah sebenarnya belum menerapkan kenaikan royalti maupun pungutan tambahan sebagaimana dikeluhkan investor China. “Belum ada, belum dikenakan, kan baru rencana,” ujarnya.

Terkait kebijakan DHE SDA, Purbaya mengatakan pemerintah sebenarnya telah menyiapkan sejumlah pengecualian bagi perusahaan tertentu, termasuk kemungkinan pembebasan bagi perusahaan yang tidak menggunakan pembiayaan dari dalam negeri. “Kalau perusahaan yang enggak pinjam uang di Indonesia, setahu saya ada pengecualiannya,” kata dia.

Purbaya juga menilai kebijakan DHE SDA semestinya tidak menjadi masalah besar bagi investor asal China.

Di sisi lain, Purbaya mengungkapkan pemerintah Indonesia juga telah menyampaikan keluhan kepada pihak China terkait praktik bisnis sejumlah perusahaan asal negeri tersebut di Indonesia yang dinilai belum sepenuhnya sesuai aturan.

“Saya juga sudah komplain ke mereka, banyak pengusaha China di sini yang melakukan bisnis enggak legal. Saya minta diperbaiki, dan mereka janji akan memperingatkan,” tuturnya.

Karena itu, Purbaya menilai hubungan investasi Indonesia dan China berjalan dua arah dan sejauh ini tidak terdapat persoalan serius. “Jadi itu dua arah sebetulnya, enggak ada masalah,” kata dia.

Berdasarkan surat yang diterima Kompas.com, Kamar Dagang China atau China Chamber of Commerce mengirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto berisi protes terkait dengan keadaan investasi di Indonesia.

Dalam surat tertulis bahwa salah satunya menyangkut potensi perubahan skema royalti mineral oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Namun, dalam beberapa periode terakhir, perusahaan yang beroperasi di Indonesia umumnya menghadapi masalah-masalah yang menonjol, termasuk regulasi yang terlalu ketat, penegakan hukum yang berlebihan, dan bahkan korupsi dan pemerasan oleh otoritas yang berwenang,” ungkap Kamar Dagang China dalam suratnya yang diterima Kompas.com, Selasa (12/5/2026).

Padahal perusahaan-perusahaan China tersebut, menurut mereka, telah aktif berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia dan memberikan kontribusi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, mendorong peningkatan industri, serta memenuhi tanggung jawab sosial.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#investasi-china #kepentingan-nasional #royalti-mineral #devisa-hasil-ekspor-sda

https://money.kompas.com/read/2026/05/13/070409626/ini-kata-purbaya-soal-keluhan-kadin-china-ke-prabowo