Thailand Naikkan Biaya Layanan Penumpang Internasional Hampir 50 Persen Mulai Juni 2026

Thailand Naikkan Biaya Layanan Penumpang Internasional Hampir 50 Persen Mulai Juni 2026

Airports of Thailand (AOT) akan menaikkan biaya layanan penumpang internasional hampir 50% mulai 20 Juni 2026 untuk pengembangan infrastruktur bandara.

(Bisnis.Com) 13/05/26 12:30 220059

Bisnis.com, JAKARTA — Airports of Thailand (AOT) akan menaikkan biaya layanan penumpang internasional hampir 50 persen mulai 20 Juni 2026. Tarif baru itu naik dari 730 baht atau sekitar Rp360.000 menjadi 1.120 baht atau sekitar Rp553.000 per penumpang.

Dilansir dari Bangkok Post, kenaikan biaya keberangkatan tersebut berlaku di enam bandara utama Thailand. Bandara itu meliputi Suvarnabhumi Airport, Don Mueang International Airport, Chiang Mai International Airport, Mae Fah Luang Chiang Rai International Airport, Phuket International Airport, dan Hat Yai International Airport.

Presiden AOT, Paweena Jariyah Thitipong, mengatakan tambahan pendapatan dari kenaikan biaya tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur bandara. Dana itu nantinya dipakai untuk memperluas terminal penumpang, meningkatkan sistem layanan otomatis, dan memperkuat teknologi keamanan.

Menurut Paweena, kenaikan biaya layanan penumpang diperkirakan tidak akan mengurangi minat wisatawan datang ke Thailand. Dia menilai tarif baru tersebut masih kompetitif dibandingkan negara lain seperti Singapura yang mengenakan biaya penumpang sekitar 1.600 baht atau sekitar Rp790.000.

“Biaya layanan penumpang telah dipelajari secara menyeluruh sesuai standar Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO,” ujarnya dikutip dari Bangkok Post, Selasa (12/5/2026).

AOT mengakui kenaikan biaya layanan kemungkinan akan membuat harga tiket pesawat internasional ikut meningkat. Namun, perusahaan menilai harga tiket penerbangan lebih banyak dipengaruhi faktor lain seperti kenaikan harga bahan bakar.

Paweena mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak konflik global yang dapat mempengaruhi industri penerbangan. Dia memastikan AOT tetap fokus meningkatkan kualitas layanan agar penumpang merasa biaya tambahan yang dibayar sebanding dengan fasilitas yang diterima.

“Kami tetap berkomitmen mempercepat pengembangan bandara agar layanan semakin baik dan penumpang merasa biaya yang dibayar layak,” katanya.

Kenaikan biaya layanan ini menjadi yang terbesar dalam hampir 20 tahun terakhir di Thailand. Kebijakan tersebut memunculkan perhatian publik terkait apakah kenaikan biaya akan benar-benar diikuti peningkatan kualitas layanan di bandara.

Meski begitu, AOT menegaskan tambahan pendapatan itu hanya digunakan untuk pengembangan bandara. Perusahaan juga membantah dana tersebut dipakai untuk menutup dampak berakhirnya kontrak konsesi duty free dengan King Power.

Saat ini, Bandara Suvarnabhumi melayani sekitar 46 juta penumpang setiap tahun. AOT juga menyiapkan proyek perluasan terminal timur senilai 12 miliar baht atau sekitar Rp5,9 triliun dan proyek pengembangan area selatan senilai 20 miliar baht atau sekitar Rp9,8 triliun.

Selain itu, Bandara Don Mueang akan memasuki proyek pengembangan tahap ketiga senilai 30 miliar baht atau sekitar Rp14,8 triliun. Sementara Bandara Phuket juga akan diperluas melalui proyek tahap pertama senilai 10 miliar baht atau sekitar Rp4,9 triliun.

Melalui berbagai proyek tersebut, kapasitas enam bandara utama AOT ditargetkan meningkat hingga mampu melayani 180 juta penumpang pada 2034. Pemerintah Thailand berharap pengembangan itu dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan penerbangan internasional negara tersebut.

#thailand-biaya-penumpang #kenaikan-biaya-bandara #aot-tarif-baru #bandara-thailand-2026 #suvarnabhumi-airport #don-mueang-airport #chiang-mai-airport #phuket-airport #infrastruktur-bandara-thailand #p

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260513/361/1973477/thailand-naikkan-biaya-layanan-penumpang-internasional-hampir-50-persen-mulai-juni-2026