Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Ekonomi Rusia menunjukkan anomali yang membingungkan di tengah hujan sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ekonomi Rusia menunjukkan anomali yang membingungkan... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 14/05/26 18:46 221320
JAKARTA - Ekonomi Rusia menunjukkan anomali yang membingungkan di tengah hujan sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meski sempat mencatatkan kontraksi sebesar 0,3% pada kuartal pertama 2026 -penurunan pertama sejak 2023-, pemerintah Kremlin justru mengklaim bahwa fondasi ekonomi mereka jauh lebih kokoh dibandingkan sebelumnya.Wakil Perdana Menteri Rusia , Aleksandr Novak menegaskan, bahwa perlambatan ini hanyalah koreksi wajar dalam siklus pertumbuhan. Namun yang menarik perhatian para pengamat adalah klaim Novak tentang kesejahteraan warga Rusia yang justru meroket di tengah tekanan global.
Di saat banyak negara maju berjuang melawan inflasi dan ancaman PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), Rusia justru melaporkan kondisi tenaga kerja yang sangat ketat. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap bertahan di angka 2,3-2,4%, level terendah dalam sejarah modern Rusia.
Pengambilan Paksa Aset Rusia Rp4.859 Triliun Berlanjut, AS Bakal Mendesak G7
Angka kemiskinan di Rusia turun ke titik rekor 6,7% pada tahun 2025. “Kemiskinan telah turun ke tingkat terendah sepanjang masa yaitu 6,7%,” kata Novak, merujuk pada data 2025.
Sementara itu pendapatan rumah tangga rill melonjak 26,1% dalam tiga tahun terakhir, didorong oleh kenaikan upah, pembayaran sosial, dan keuntungan bisnis domestik.
Strategi Tukar Guling Produksi Dalam Negeri
Novak mengungkapkan bahwa mundurnya perusahaan-perusahaan Barat dari pasar Rusia justru menjadi berkah tersembunyi bagi industri manufaktur lokal. Melalui kebijakan substitusi impor, output manufaktur Rusia melonjak hampir 23% sejak 2022."Setelah periode pertumbuhan tinggi, selalu ada koreksi," ujar Novak kepada harian bisnis Vedomosti.
Ia menambahkan, bahwa Rusia masih mempertahankan posisinya sebagai ekonomi terbesar keempat di dunia berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) sejak 2021. Barat Frustrasi, Ribuan Sanksi Tak Mampu Lumpuhkan Ekonomi Rusia
Keberhasilan Rusia bertahan sejauh ini didorong oleh kemandirian paksa. Namun tantangan besar menanti, yakni kelangkaan tenaga kerja yang parah dan kebijakan moneter ketat untuk menahan inflasi bisa menjadi bom waktu jika tidak dikelola dengan hati-hati.
Pandangan Novak didukung oleh Menteri Pembangunan Ekonomi, Maksim Reshetnikov yang mengatakan kepada Presiden Vladimir Putin pada hari Selasa bahwa ekonomi telah “bertahan dengan baik”, meskipun adanya sanksi dan tekanan eksternal. Kementerian tersebut memperkirakan pertumbuhan PDB akan mencapai 0,4% tahun ini sebelum meningkat menjadi 1,4% pada 2027, kata Reshetnikov.
(akr)
#rusia #sanksi-ekonomi #perang-rusia-ukraina #sanksi-barat #ekonomi-rusia