Intip Prospek Saham Emiten Royal Tebar Dividen ARCI hingga RATU

Intip Prospek Saham Emiten Royal Tebar Dividen ARCI hingga RATU

Sejumlah emiten, termasuk ARCI dan RATU, akan membagikan dividen pada 2026. ARCI menarik karena dividen besar dan prospek bisnisnya.

(Bisnis.Com) 15/05/26 15:43 221886

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah emiten dijadwalkan akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 dari akhir Januari sampai Juni 2026. Dari sejumlah nama, di antaranya adalah PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) hingga PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU).

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ARCI akan membagikan dividen senilai US$30 juta atau Rp20,69 per saham. Cum date dividen ditetapkan pada 19 Mei 2026 dan pembayarannya dilakukan pada 9 Juni 2026. Sedangkan, RATU akan membagikan dividen Rp122,17 miliar atau Rp45 per saham dengan cum date 19 Mei 2026 dan akan dibayarkan pada 10 Juni 2026.

Analis Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan mengatakan bahwa saham yang akan membagikan dividen tidak otomatis menjadi menarik untuk dibeli, karena setelah memasuki ex-dividend date, harga saham umumnya akan menyesuaikan turun mendekati nilai dividen yang dibagikan.

Adapun, sampai dengan 14 Mei 2026, terdapat 26 emiten yang masih membuka kesempatan investor untuk membeli saham mereka, dengan cum date dividen dari 29 Mei sampai 17 Juni 2026. Ekky menilai, di antara saham tersebut ARCI menjadi salah satu yang paling menarik untuk dicermati.

"Secara teknikal, posisi harganya saat ini berada di area support, sementara nominal dividen yang dibagikan juga cukup atraktif. Dari sisi fundamental, ARCI masih didukung oleh harga emas yang bertahan tinggi serta konsistensi kinerja perusahaan, sehingga daya tariknya tidak hanya berasal dari sentimen dividen, tetapi juga dari prospek bisnisnya," ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Bagi investor pemburu dividen, Ekky menjelaskan peluangnya adalah mereka bisa memperoleh cash dividend dan berpotensi menikmati kenaikan harga jangka pendek apabila permintaan saham meningkat menjelang cum date, terutama pada emiten dengan dividend yield yang menarik dan likuiditas perdagangan yang memadai.

Di sisi lain, risikonya adalah harga saham biasanya terkoreksi setelah masuk ex-dividend date, seiring penyesuaian nilai dividen. Ini membuat keuntungan dari dividen bisa tergerus oleh capital loss. Karena itu, strategi membeli saham hanya untuk mengejar dividen menurutnya tidak selalu menghasilkan return yang optimal.

Secara umum, menurutnya sentimen dividen tetap dapat menjadi katalis positif, tetapi sifatnya cenderung jangka pendek. Dampaknya biasanya lebih terasa pada saham dengan nominal dividen besar, dividend yield tinggi, dan likuiditas yang baik. Namun, di tengah kondisi pasar yang masih tertekan oleh berbagai sentimen negatif, seperti ketegangan Iran–AS, pelemahan rupiah, dan tekanan pasca-review MSCI, daya dorong sentimen dividen cenderung terbatas.

"Saat ini, pelaku pasar masih terlihat wait and see, menunggu munculnya katalis positif yang cukup kuat untuk memperbaiki persepsi terhadap pasar secara keseluruhan," pungkasnya.

__

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#dividen-emiten #saham-arci #saham-ratu #cum-date-dividen #ex-dividend-date #harga-saham #dividend-yield #likuiditas-perdagangan #prospek-bisnis #sentimen-dividen #capital-loss #return-optimal #katalis

https://market.bisnis.com/read/20260515/189/1973950/intip-prospek-saham-emiten-royal-tebar-dividen-arci-hingga-ratu