AirAsia Tutup Rute Bali-Australia, Begini Nasib Tiket Penumpang
AirAsia hentikan dua rute Bali-Australia mulai 19 Juni 2026 akibat kenaikan harga avtur. Ini opsi bagi calon penumpang yang sudah beli tiket pesawat.
(Bisnis.Com) 15/05/26 16:17 221917
Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia AirAsia mulai melakukan penanganan terhadap calon penumpang menyusul keputusan penghentian dua rute internasional yang menghubungkan Australia dan Bali mulai 19 Juni 2026.
Plt. Direktur Utama Indonesia AirAsia, Achmad Sadikin memutuskan untuk menghentikan operasional penerbangan rute Melbourne–Denpasar dan Adelaide–Denpasar mulai 19 Juni 2026 akibat tekanan kenaikan harga avtur global.
"Perseroan saat ini secara bertahap menghubungi pelanggan yang telah memiliki jadwal penerbangan pada kedua rute tersebut untuk menawarkan sejumlah opsi perjalanan," kata Achmad, Jumat (15/5/2026).
Maskapai, lanjutnya, menyiapkan pilihan perubahan jadwal penerbangan, pengalihan rute melalui hub AirAsia di Kuala Lumpur, hingga pengembalian dana atau refund bagi pelanggan yang memilih membatalkan perjalanan.
“Keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan menyeluruh terkait kondisi operasional saat ini serta dinamika industri penerbangan global,” ujarnya.
Menurutnya, lonjakan harga avtur global akibat ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah telah memberikan tekanan signifikan terhadap operasional maskapai.
Kondisi tersebut, lanjutnya, mendorong Indonesia AirAsia untuk memfokuskan jaringan penerbangan pada rute-rute yang dinilai masih layak secara operasional.
Achmad mengatakan perseroan memahami penghentian layanan penerbangan tersebut berdampak terhadap rencana perjalanan pelanggan yang telah disusun sejak jauh hari.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan mengucapkan terima kasih atas dukungan serta pengertian seluruh pelanggan kami,” katanya.
Bagi pelanggan yang memilih refund atau Credit Account, proses pengajuan dapat dipantau melalui aplikasi AirAsia MOVE setelah pelanggan menerima nomor kasus atau case number.
Adapun penerbangan terakhir untuk rute Melbourne–Denpasar dan Adelaide–Denpasar dijadwalkan beroperasi pada 18 Juni 2026. Seluruh layanan pada kedua rute tersebut selama ini dioperasikan oleh Indonesia AirAsia.
Penghentian dua rute tersebut menambah tekanan industri penerbangan yang tengah menghadapi kenaikan biaya operasional di tengah ketidakpastian global. Maskapai pun mulai melakukan penyesuaian jaringan penerbangan untuk menjaga keberlanjutan operasional.
#airasia-bali-australia #airasia-tutup-rute #airasia-bali-melbourne #airasia-bali-adelaide #tiket-airasia-bali #airasia-refund-tiket #airasia-perubahan-jadwal #airasia-pengembalian-dana #harga-avtur-gl