Bali Butuh Investasi Rp1,26 Triliun untuk Beralih ke Taksi Listrik

Bali Butuh Investasi Rp1,26 Triliun untuk Beralih ke Taksi Listrik

Bali butuh Rp1,26 triliun untuk transisi ke taksi listrik, target 3.155 unit hingga 2028. Dukungan lintas sektor dan regulasi diperlukan untuk sukses.

(Bisnis.Com) 15/05/26 16:31 221920

Bisnis.com, DENPASAR – Provinsi Bali membutuhkan investasi besar dalam transisi dari taksi konvensional ke taksi listrik yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Kadek Mudarta menjelaskan butuh investasi senilai Rp1,26 triliun dalam transisi ke taksi listrik. Dalam roadmap elektrifikasi taksi di Bali, pada skema optimistis 2026–2028 ditargetkan penambahan 3.155 unit kendaraan listrik, sedangkan pada skema moderat ditargetkan tuntas 2030.

"Keberhasilan program elektrifikasi transportasi memerlukan dukungan lintas sektor, mulai dari pembiayaan kendaraan listrik, penyediaan SPKLU, peningkatan kompetensi SDM teknisi kendaraan listrik, hingga penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dan pelaku transportasi di Bali," kata Mudarta, Jumat (15/5/2026).

Pemerintah Provinsi Bali telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai yang mendorong penggunaan energi bersih di Bali. Kebijakan tersebut sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali.

Ketua DPD Organda Bali I Nyoman Arthaya menyampaikan dukungan terhadap program peremajaan kendaraan umum menjadi kendaraan listrik di Bali. Ia juga meminta adanya penertiban terhadap angkutan ilegal yang beroperasi tidak sesuai ketentuan, tidak memiliki izin, serta tidak memenuhi kaidah angkutan umum.

Selain itu, pihaknya berharap Pemerintah Provinsi Bali dapat memberikan dukungan berupa asistensi maupun bantuan pengadaan kendaraan untuk mendukung program elektrifikasi dan peremajaan armada transportasi.

"Organda Bali juga mengusulkan penataan jalur masuk angkutan barang menuju Kota Denpasar dan wilayah Badung Selatan agar lebih terstruktur guna mengurangi kepadatan lalu lintas," kata Arthaya.

Ketua Koperasi Taksi Ngurah Rai Bali, I Kadek Ari Sucipta. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mulai melakukan berbagai langkah menuju elektrifikasi kendaraan, termasuk dukungan operasional di kawasan bandara sejak pelaksanaan G20.

Meski demikian, proses penerapan kendaraan listrik masih dilakukan secara bertahap karena masih adanya proses modernisasi dan pembangunan fasilitas pendukung di area bandara. Pihaknya menargetkan sekitar 25% armada taksi dapat beralih menjadi kendaraan listrik pada tahun ini.

Dia juga berharap adanya dukungan pembiayaan bagi para pengemudi, mengingat koperasi memiliki keterbatasan dibanding perusahaan berbentuk PT.

"Saat ini pihak koperasi juga terus melakukan modernisasi melalui kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk BUMN, guna membantu pengemudi dalam pengadaan kendaraan listrik," kata Sucipta.

#taksi-listrik #investasi-bali #transisi-kendaraan-listrik #roadmap-elektrifikasi-bali #kendaraan-listrik-bali #spklu-bali #kompetensi-teknisi-listrik #kebijakan-energi-bersih-bali #peremajaan-kendaraa

https://bali.bisnis.com/read/20260515/538/1973939/bali-butuh-investasi-rp126-triliun-untuk-beralih-ke-taksi-listrik