China Disebut Akan Beli Minyak AS, Trump: Mereka Haus Energi

China Disebut Akan Beli Minyak AS, Trump: Mereka Haus Energi

Presiden AS, Donald Trump mengklaim China sepakat membeli minyak dari AS sebagai bagian dari penguatan kerja sama ekonomi kedua negara

(Kompas.com) 15/05/26 16:41 221939

KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim China sepakat membeli minyak dari AS sebagai bagian dari penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara pra-rekaman dengan Fox News setelah pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping di Beijing, Kamis (15/5/2026) waktu setempat.

Menurut Trump, China akan mulai mengimpor minyak dari sejumlah wilayah produksi energi utama AS, seperti Texas, Louisiana, dan Alaska.

“Mereka sepakat ingin membeli minyak dari Amerika Serikat. Mereka akan datang ke Texas dan kami akan mulai mengirim kapal-kapal China ke Texas, Louisiana, dan Alaska,” ujar Trump.

Kesepakatan itu muncul di tengah pertemuan bilateral dua hari antara AS dan China yang membahas perdagangan, konflik Iran, hingga isu Taiwan.

Dikutip dari CNBC, Jumat (15/5/2026), Trump juga mengatakan China bersedia membantu negosiasi terkait Iran dan tidak memasok peralatan militer ke Teheran.

Ia menambahkan, Xi Jinping menginginkan Selat Hormuz tetap terbuka tanpa pungutan tambahan agar jalur distribusi energi global tidak terganggu.

“China memiliki kebutuhan energi yang tidak pernah terpuaskan, sementara kami memiliki energi tanpa batas,” kata Trump.

Trump mengklaim produksi minyak dan gas AS saat ini melampaui gabungan produksi Arab Saudi dan Rusia.

Berdasarkan data U.S. Energy Information Administration, produksi minyak dan bahan bakar cair AS mencapai 23,6 juta barel per hari pada 2025.

Angka itu lebih tinggi dibandingkan produksi Arab Saudi sebesar 11,21 juta barrel per hari dan Rusia 10,53 juta barrel per hari.

Ekspor minyak AS ke China anjlok

Di sisi lain, ekspor minyak mentah AS ke China justru mengalami penurunan tajam dalam dua tahun terakhir.

Ekspor minyak mentah dan produk petroleum AS ke China tercatat turun 25 persen secara tahunan menjadi 237,8 juta barel pada 2025.

Khusus ekspor minyak mentah, volumenya anjlok 95 persen dibandingkan 2023 menjadi sekitar 8,4 juta barel pada tahun lalu.

Sementara itu, China masih menjadi pembeli terbesar minyak Iran. Negeri Tirai Bambu itu membeli sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran atau sekitar 1,4 juta barel per hari sepanjang 2025.

Kementerian Energi dan Kementerian Luar Negeri China belum memberikan tanggapan resmi terkait potensi pembelian minyak AS tersebut.

Pemerintah China pada Jumat (16/5/2026) hanya menyatakan bahwa pertemuan Xi dan Trump menghasilkan “serangkaian konsensus baru”, termasuk upaya membangun “stabilitas strategis yang konstruktif” dalam hubungan bilateral untuk tiga tahun ke depan dan seterusnya.

Terkait perang Iran, Beijing juga menyerukan pembukaan kembali jalur pelayaran secepat mungkin serta mendorong terciptanya gencatan senjata permanen demi menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah dan Teluk.

Pengamat soroti posisi AS

Senior Fellow Council on Foreign Relations, Rush Doshi, menilai fokus AS pada penjualan komoditas seperti minyak, kedelai, dan daging sapi ke China menunjukkan perubahan posisi Washington dalam hubungan dagang kedua negara.

Menurut Doshi, AS berpotensi semakin berperan sebagai pemasok komoditas bagi China apabila tidak diimbangi pembatasan terhadap arus barang teknologi tinggi.

Ia juga menilai rivalitas antara AS dan China tetap akan membatasi ruang kerja sama kedua negara, meski keduanya saat ini sama-sama membutuhkan stabilitas ekonomi.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Presiden Asia Society Policy Institute, Wendy Cutler. Ia menilai pertemuan hari pertama Trump dan Xi berjalan positif, tetapi belum menghasilkan capaian konkret yang benar-benar signifikan.

“Setiap pihak sama-sama membutuhkan stabilitas saat ini, tetapi itu tidak berarti mereka akan menjadi sahabat dekat,” ujar Cutler.

Dalam pertemuan penutup, Trump dan Xi diketahui menggelar sesi minum teh dan makan siang kerja di kompleks pemerintahan Zhongnanhai, Beijing. Trump menyebut kedua negara berhasil mencapai “kesepakatan dagang yang fantastis”.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#china #amerika-serikat #xi-jinping #minyak-mentah #donald-trump #impor-minyak

https://money.kompas.com/read/2026/05/15/164124426/china-disebut-akan-beli-minyak-as-trump-mereka-haus-energi