Wacana Pembatasan BBM Subsidi, Pertamina: Kami Ikuti Arahan Pemerintah
Pembatasan BBM subsidi masih wacana, Pertamina akan ikuti seluruh arahan pemerintah.
(Kompas.com) 15/05/26 19:46 222047
KOMPAS.com - PT Pertamina Patra Niaga menunggu arahan dari pemerintah mengenai wacana pembatasan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Bila wacana berubah jadi regulasi, Pertamina akan langsung mengeksekusinya sesuai arahan pemerintah.
"Kami sebagai operator menunggu dan akan mengikuti arahan pemerintah. Porsi juknis (petunjuk teknis) dan tata caranya ada di pemerintah, apakah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Dewan Energi Nasional (DEN). , atau BPH yang akan keluarkan regulasinya," jelas Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun dikutip dari Kontan, Jumat (15/5/2026).
Wacana pembatasan BBM subsidi dikemukakan oleh Anggota DEN dari Unsur Pemangku Kepentingan, Satya Widya Yudha agar tepat sasaran.
Satya mengatakan skema pembelian BBM subsidi berdasarkan kapasitas silinder mesin dan jenis kendaraan.
Skema ini berpotensi memangkas volume BBM subsidi sekitar 10-15 persen.
Sementara payung hukum untuk skema ini akan dibahas melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM.
"BBM Pertalite, solar, terserah nanti kalau Perpres 191 yang sudah didiskusikan juga kemarin di DEN dengan (Pertamina) Patra Niaga itu bisa kita realisasikan, kita batasi, walaupun itu masih commodity subsidies. Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15 persen daripada volume," kata Satya.
Pelemahan rupiah berpotensi mengubah wacana ini jadi kenyataan, karena fiskal tertekan akibat hal ini.
Pelemahan rupiah
Sebelumnya, Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman mengungkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tengah berdiskusi dengan pemangku kebijakan lainnya mengenai pelemahan rupiah apakan berdampak pada BBM subsidi.
“Itu kebetulan Pak Menteri (ESDM) sama jajaran menteri-menteri sedang merapatkan hal tersebut ya. Jadi kita tunggu aja,” ujar Laode dikutip dari Kompas.com, Rabu (13/5/2026).
Pertemuan tersebut belum membuahkan hasil, dimana harga BBM subsidi masih mengacu pada aturan yang berlaku saat ini.
"Kan belum ada info-info lain lagi selain yang ada sekarang. Jadi kita lihat perkembangan berikutnya aja nanti," jelasnya.
Artikel ini pernah tayang di Kontan dengan judul "Pertamina Patra Niaga Tunggu Arahan Pemerintah Soal Wacana Pembatasan BBM Subsidi" dan "Rupiah Tembus 17.500, Kementerian ESDM Kaji Dampaknya ke Subsidi BBM"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang