Harga Cabai di Jabar Melonjak Jelang Iduladha, DKPP Pastikan Pasokan Aman

Harga Cabai di Jabar Melonjak Jelang Iduladha, DKPP Pastikan Pasokan Aman

Harga cabai di Jawa Barat melonjak jelang Iduladha 2026 akibat pasokan terganggu, namun DKPP memastikan pasokan pangan aman dan stabil.

(Bisnis.Com) 16/05/26 02:10 222166

Bisnis.com, BANDUNG — Harga sejumlah komoditas pangan strategis di Jawa Barat mulai mengalami kenaikan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026. Komoditas cabai menjadi penyumbang kenaikan tertinggi di tengah gangguan pasokan dari sentra produksi.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat mencatat harga cabai rawit merah dan cabai merah besar naik lebih dari 5% dibandingkan pekan sebelumnya. Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan pangan masyarakat masih aman.

Kepala DKPP Jawa Barat Linda Al Amin mengatakan secara umum harga pangan di Jawa Barat masih relatif stabil. Namun, beberapa komoditas hortikultura mulai mengalami kenaikan akibat menurunnya produksi dan meningkatnya permintaan menjelang Iduladha.

“Secara umum komoditas harga pangan relatif stabil, namun ada beberapa komoditas yang naik cukup signifikan, antara lain cabai rawit merah dan cabai merah besar,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per 15 Mei 2026, harga cabai rawit merah di tingkat konsumen Jawa Barat mencapai Rp75.872 per kilogram atau naik 11,32% dibandingkan pekan sebelumnya.

Harga tersebut telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) pemerintah sebesar Rp40.000–Rp57.000 per kilogram. Dengan posisi 33,11% di atas batas acuan, komoditas tersebut masuk kategori waspada dalam indikator stabilitas harga pangan.

Sementara itu, harga cabai merah besar naik 10,38% menjadi Rp55.338 per kilogram. Adapun harga cabai merah keriting meningkat 3,26% menjadi Rp47.551 per kilogram dan masih berada dalam rentang HAP konsumen.

Linda mengatakan kenaikan harga cabai dipicu berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi akibat cuaca kemarau dan serangan penyakit tanaman.

“Kenaikan harga aneka cabai disebabkan berkurangnya pasokan dari sentra produksi, faktor cuaca kemarau, dan terjadi serangan penyakit patek serta layu fusarium sehingga mengganggu produksi dan produktivitas,” katanya.

Selain itu, kenaikan biaya distribusi akibat penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) serta meningkatnya permintaan menjelang Iduladha turut mendorong kenaikan harga di pasar.

“Meningkatnya biaya distribusi yang disebabkan adanya kenaikan BBM serta meningkatnya permintaan menjelang HBKN Iduladha turut memengaruhi harga,” tambahnya.

Di sisi lain, DKPP memastikan belum terdapat indikasi kelangkaan pangan strategis di Jawa Barat. Berdasarkan neraca pangan April 2026 dari 27 kabupaten/kota, kebutuhan masyarakat masih dapat dipenuhi baik dari produksi dalam daerah maupun pasokan antardaerah.

“Ketersediaan pangan strategis di Jawa Barat tidak mengalami kelangkaan. Kebutuhan masyarakat Jawa Barat dapat terpenuhi baik dari produksi dalam daerah maupun adanya pasokan dari luar Jawa Barat,” ujar Linda.

Dia mengakui ketahanan stok beberapa komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai rawit relatif rendah. Namun, kondisi tersebut masih dapat diantisipasi melalui pasokan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Berdasarkan data PIHPS Nasional, selain cabai, sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan harga. Bawang merah ukuran sedang naik 51,35% menjadi Rp70.150 per kilogram, bawang putih ukuran sedang naik 39,95% menjadi Rp54.650 per kilogram, serta telur ayam ras segar naik 33,92% menjadi Rp41.850 per kilogram.

#harga-cabai #cabai-rawit-merah #cabai-merah-besar #harga-pangan #kenaikan-harga-cabai #pasokan-cabai #cuaca-kemarau #serangan-penyakit-tanaman #biaya-distribusi #harga-bahan-bakar #permintaan-iduladha

https://bandung.bisnis.com/read/20260516/550/1974067/harga-cabai-di-jabar-melonjak-jelang-iduladha-dkpp-pastikan-pasokan-aman