SPMB 2026: Daya Tampung 909 Ribu Kursi, Jabar Yakin Tidak Akan Ada Krisis Kursi Sekolah

SPMB 2026: Daya Tampung 909 Ribu Kursi, Jabar Yakin Tidak Akan Ada Krisis Kursi Sekolah

SPMB 2026 di Jawa Barat siap tampung 909 ribu kursi, pastikan akses pendidikan merata dan berkualitas, hindari krisis kursi sekolah.

(Bisnis.Com) 18/05/26 13:48 223661

Bisnis.com, BANDUNG -- Dinas Pendidikan Jawa Barat memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 diarahkan untuk memperkuat akses pendidikan yang adil dan merata, seiring daya tampung pendidikan menengah di provinsi tersebut yang diklaim telah melampaui jumlah lulusan SMP/sederajat.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto mengatakan SPMB 2026 menjadi tahapan strategis dalam memastikan pemerataan akses pendidikan sekaligus menjaga kualitas layanan pendidikan di Jawa Barat.

“SPMB merupakan salah satu tahapan strategis dalam sistem pendidikan karena menjadi pintu awal dalam memastikan setiap anak di Jawa Barat memperoleh akses pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas,” kata Purwanto, Senin (18/5/2026).

Dia menjelaskan tahapan awal SPMB 2026 sudah dimulai melalui Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Program tersebut digunakan untuk memetakan potensi dan sebaran lulusan SMP/MTs berdasarkan pilihan sekolah, jalur masuk, hingga kondisi peserta didik.

Menurutnya, pemetaan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pendataan administratif, tetapi juga menjadi dasar penyaluran peserta didik dan perencanaan daya tampung sekolah agar pelaksanaan SPMB lebih objektif dan tepat sasaran.

Disdik Jabar mencatat total daya tampung SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta di Jawa Barat mencapai 909.183 kursi atau setara 109,93% dari total lulusan SMP/MTs sederajat sebanyak 826.996 siswa.

Adapun rinciannya terdiri atas 195.344 kursi SMA negeri, 143.460 SMA swasta, 124.217 SMK negeri, 320.720 SMK swasta, 21.888 MA negeri, dan 81.936 MA swasta. Sementara itu, proporsi daya tampung sekolah negeri tercatat sebesar 43,9%.

Selain SPMB reguler, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mulai menjalankan program Sekolah Manusia Unggul (Maung) berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 421.3/Kep.254-Disdik/2026 tertanggal 13 Mei 2026.

Program tersebut dirancang untuk mengembangkan sumber daya manusia unggul melalui layanan pendidikan berbasis potensi dan bakat istimewa.

“Saat ini Sekolah Manusia Unggul telah hadir di 28 SMA dan 13 SMK di Jawa Barat,” ujarnya.

Untuk mendukung pelaksanaan SPMB 2026, Pemprov Jawa Barat bersama Dinas Pendidikan, Disdukcapil kabupaten/kota, dan instansi terkait telah membentuk Tim Management Office (TMO) di tiap daerah.

Purwanto menegaskan pelaksanaan SPMB, termasuk pada program Sekolah Manusia Unggul, akan mengedepankan prinsip objektif, transparan, akuntabel, dan bebas diskriminasi.

“Kami semua berkomitmen menjaga integritas pelaksanaan SPMB dan menghindari segala bentuk intervensi maupun kecurangan,” katanya.

#spmb-2026 #daya-tampung-sekolah #pendidikan-jawa-barat #akses-pendidikan-adil #pemerataan-pendidikan #kualitas-layanan-pendidikan #pemetaan-calon-murid #daya-tampung-sma #daya-tampung-smk #sekolah-man

https://kabar24.bisnis.com/read/20260518/79/1974424/spmb-2026-daya-tampung-909-ribu-kursi-jabar-yakin-tidak-akan-ada-krisis-kursi-sekolah