Mogok Massal Samsung, Hipmi: Rantai Pasok Cip Global Terancam Lumpuh
Mogok massal karyawan Samsung dapat mengancam rantai pasok cip global dan berdampak pada sektor industri terkait lainnya.
(Bisnis.Com) 19/05/26 05:20 224327
Bisnis.com, JAKARTA — Ancaman mogok massal karyawan Samsung Electronics dinilai berisiko memicu gangguan pasokan cip global selama berbulan-bulan, serta memperburuk tekanan terhadap industri elektronik dunia, termasuk Indonesia.
Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Anggawira mengatakan, potensi mogok kerja di Samsung tidak lagi sekadar persoalan hubungan industrial di Korea Selatan, melainkan telah menjadi ancaman terhadap rantai pasok global sektor semikonduktor.
“Ini sudah masuk kategori risiko global supply chain, khususnya di industri semikonduktor dan elektronik yang saat ini menjadi tulang punggung ekonomi digital dunia,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, Samsung merupakan salah satu pemain terbesar dunia dalam industri memory cip seperti DRAM dan NAND, AI memory atau High Bandwidth Memory (HBM), komponen smartphone, display, hingga ekosistem manufaktur elektronik.
Dia menjelaskan, apabila aksi mogok berlangsung panjang dan mengganggu lini produksi cip, dampaknya dapat menjalar ke berbagai industri elektronik global, termasuk industri perakitan di Asia Tenggara dan Indonesia.
Secara global, gangguan paling dikhawatirkan terjadi pada pasokan DRAM, NAND flash, dan HBM yang saat ini menjadi komponen penting bagi industri kecerdasan buatan (AI), pusat data, otomotif, smartphone, hingga consumer electronics.
Anggawira menyebut, industri semikonduktor memiliki karakter berbeda dibandingkan manufaktur biasa. Proses fabrikasi cip berjalan terus-menerus dan sangat sensitif.
Dengan demikian, bila terjadi penghentian produksi meski singkat, dapat menimbulkan kerugian besar serta mengganggu pasokan dalam jangka panjang.
“Ketika lini produksi cip berhenti, restart-nya tidak sederhana karena proses fabrikasi berjalan terus-menerus dan sangat sensitif. Bahkan penghentian singkat bisa menyebabkan kerugian besar dan mengganggu supply berbulan-bulan,” tuturnya.
Anggawira menambahkan, Indonesia memang belum menjadi pemain utama dalam produksi wafer fabrication. Namun, industri domestik tetap sangat bergantung pada rantai pasok global karena terkait erat dengan sektor perakitan elektronik, smartphone, consumer electronics, otomotif, dan industri berbasis komponen impor lainnya.
Menurutnya, apabila pasokan cip global terganggu akibat mogok massal karyawan Samsung, dampak awal yang umumnya muncul adalah lead time impor komponen yang lebih panjang, kenaikan harga komponen, peningkatan biaya inventori, serta terganggunya jadwal produksi industri assembling.
Kondisi serupa katanya pernah terjadi saat krisis cip global pada 2021—2022, ketika industri otomotif dan elektronik mengalami keterlambatan produksi akibat kelangkaan semikonduktor.
“Industri perakitan di Indonesia relatif rentan karena sebagian besar komponen inti masih impor. Jadi ketika ada shock global seperti ini, industri domestik ikut terkena efek domino,” katanya.
Di sisi lain, dia menilai tekanan terhadap rantai pasok global saat ini semakin besar karena permintaan cip AI dunia sedang melonjak seiring ekspansi data center dan pengembangan artificial intelligence.
Kondisi tersebut membuat pasar cip global berada dalam situasi ketat sehingga gangguan produksi Samsung berpotensi memicu lonjakan harga semikonduktor lebih tinggi lagi.
#mogok-massal-samsung #samsung-mogok-massal #rantai-pasok-cip #ancaman-pasokan-cip #industri-semikonduktor-global #gangguan-produksi-cip #dampak-mogok-samsung #pasokan-dram-nand #industri-elektronik-du