Negara Ini Mulai Rusuh Tercekik Harga BBM, Ekonomi Terancam Lumpuh
Gelombang protes massal dan aksi mogok transportasi nasional mulai memicu kerusuhan di sejumlah kota utama Kenya setelah pemerintah setempat kembali mengerek tajam... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 19/05/26 08:00 224463
NAIROBI - Gelombang protes massal dan aksi mogok transportasi nasional mulai memicu kerusuhan di sejumlah kota utama Kenya setelah pemerintah setempat kembali mengerek tajam harga bahan bakar minyak (BBM). Situasi domestik yang kian memanas ini mengancam kelumpuhan total aktivitas ekonomi serta memutus rantai pasok logistik di negara Afrika Timur tersebut."Kementerian Keuangan dan Energi akan bertemu dengan operator transportasi untuk mencari solusi, mengingat harga saat ini sebenarnya sudah disubsidi," ujar Menteri Keuangan Kenya, John Mbadi dikutip dari Reuters, Selasa (19/5/2026).
Aksi mogok massal yang diinisiasi oleh aliansi sektor transportasi ini dimulai sejak Senin, menyusul instruksi penghentian operasional seluruh armada angkutan umum secara nasional. Akibatnya, sistem mobilisasi publik mandek total, menyebabkan ribuan warga komuter terlantar di jalanan dan terpaksa berjalan kaki sejauh belasan kilometer untuk menuju tempat beraktivitas.
Eskalasi perlawanan berlanjut di ibu kota Nairobi, di mana sekelompok demonstran dan pengemudi angkutan memblokir ruas-ruas jalan protokol serta membakar ban bekas guna menutup akses kota. Bentrokan fisik tak menghindarkan aparat kepolisian setempat untuk bertindak tegas dengan menembakkan gas air mata demi membubarkan massa yang mulai bertindak anarkis.
Krisis energi di Kenya merupakan dampak domino dari ketegangan geopolitik dan konflik bersenjata di Timur Tengah yang mencekik pasokan minyak mentah dunia. Merespons tekanan global tersebut, otoritas regulasi energi lokal menaikkan harga eceran BBM sebesar 23,5% pekan lalu, menyusul kenaikan signifikan sebesar 24,2% yang sudah diberlakukan pada bulan sebelumnya.
Melalui kebijakan penyesuaian terbaru, harga bensin (super petrol) di Nairobi merangkak naik ke posisi 214,25 shilling Kenya atau setara USD1,66 per liter dari semula 206,97 shilling. Lonjakan paling drastis terjadi pada komoditas solar (diesel) yang melambung dari 196,63 shilling menjadi 242,92 shilling per liter, sedangkan harga minyak tanah bertahan di angka 152,78 shilling.
Kondisi ini kian mengkhawatirkan setelah aksi mogok sektor transportasi meluas hingga ke Mombasa, yang merupakan kota pelabuhan terbesar dan pintu gerbang utama logistik Kenya. Penundaan distribusi komoditas dari pelabuhan ini dikhawatirkan memicu efek rembetan (snowball effect) yang memperparah pembengkakan inflasi dan meruntuhkan fondasi ekonomi domestik.
Sebagai negara yang tidak memiliki sumber daya minyak mandiri, Kenya sangat bergantung pada impor pasokan energi dari Timur Tengah melalui skema kerja sama antar-pemerintah dengan produsen di kawasan Teluk. Dampaknya, setiap gejolak harga minyak dunia langsung memukul daya beli masyarakat kecil melalui lonjakan tarif angkutan dan meroketnya harga bahan pangan pokok di pasar global.
(nng)
#harga-bbm #kenya #ekonomi #krisis-energi #harga-minyak-dunia