Tak Punya Hubungan Diplomatik dengan Israel, Pemerintah Upayakan Pembebasan WNI Lewat Badan Internasional
Pemerintah Indonesia berupaya membebaskan 9 WNI yang diculik IDF saat misi kemanusiaan di Gaza melalui badan internasional, meski tanpa hubungan diplomatik dengan Israel.
(Bisnis.Com) 19/05/26 14:51 224936
Bisnis.com, SURABAYA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra angkat suara terkait 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diculik oleh militer Israel (IDF) saat mengikuti pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menuju Gaza.
Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa pemerintah menyesalkan peristiwa yang menimpa para jurnalis maupun aktivis yang turut serta dalam misi kemanusiaan sebagai bentuk solidaritas terhadap penjajahan yang menimpa rakyat dan bangsa Palestina itu.
Apalagi, tutur dia, kapal-kapal yang ditumpangi oleh para WNI tersebut disergap oleh pasukan Israel saat melintas di Laut Mediterania, yang statusnya merupakan laut internasional.
"Pemerintah sangat prihatin dan menyesalkan apa yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap warga negara Indonesia, khususnya para wartawan yang melintasi perairan internasional untuk melakukan kegiatan kemanusiaan, membantu para korban konflik yang terjadi di Gaza," kata Yusril usai mengisi seminar di Universitas Negeri Surabaya, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, saat ini Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) masih berupaya keras untuk melakukan berbagai upaya diplomatik guna memastikan kondisi serta keberadaan dari para WNI yang dilaporkan mengalami penyanderaan oleh tentara Zionis Israel itu agar dapat dilakukan usaha pembebasan dengan mengedepankan hukum internasional.
"Sampai hari ini, kita ketahui bahwa masih dalam keadaan sulit untuk menghubungi kedua (kesembilan-red) orang itu, tapi Kementerian Luar Negeri juga telah melakukan satu langkah-langkah proaktif untuk mencari keberadaan mereka dan membebaskan mereka," ungkapnya.
Namun begitu, mantan Menteri Kehakiman era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri tersebut mengaku upaya pembebasan yang saat ini dilakukan dihadapkan dengan hambatan besar di lapangan. Sebab, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik secara resmi dengan Israel.
Oleh sebab itu, Yusril mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan kerja-kerja diplomatik dan hukum untuk meminta bala bantuan dengan negara-negara yang menjadi mitra strategis RI, serta organisasi-organisasi internasional yang terkait dalam upaya melepaskan WNI yang ditahan IDF.
"Karena kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel, kita tidak dapat melakukan perundingan langsung dengan pihak Israel, tapi kita tentu akan mengambil upaya-upaya diplomatik dan upaya-upaya hukum melalui pasukan dari negara ketiga dan badan untuk melindungi warga negara kita yang diculik oleh tentara Israel itu," pungkasnya.
#wni-diculik-israel #hubungan-diplomatik-indonesia-israel #pembebasan-wni-gaza #misi-kemanusiaan-indonesia #global-peace-convoy-indonesia #yusril-ihza-mahendra #laut-mediterania-internasional #tentara