Asus Akui Gangguan Pasokan Semikonduktor Berdampak ke Produksi Perangkat
Asus mengakui gangguan pasokan semikonduktor global memengaruhi produksi perangkat, termasuk di Indonesia. Strategi utama adalah menjaga pasokan dan efisiensi.
(Bisnis.Com) 19/05/26 22:30 225544
Bisnis.com, JAKARTA — Produsen perangkat teknologi asal Taiwan, Asus, mengakui potensi gangguan pasokan semikonduktor global berdampak terhadap ketersediaan komponen untuk produksi perangkat, termasuk bagi pasar Indonesia.
Head of Public Relations Asus Indonesia Muhammad Firman mengatakan, terganggunya pasokan komponen di pasar global secara otomatis akan memengaruhi suplai untuk produksi perangkat, terutama produk yang bergantung pada skema configure to order (CTO).
“Ketersediaan komponen untuk pasar global tentunya juga berpengaruh pada ketersediaan komponen untuk produksi perangkat di Indonesia,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, lini Asus Expert Series, khususnya seri B, menjadi salah satu produk yang paling rentan terhadap gejolak pasokan cip global karena mengandalkan sistem pemesanan dan konfigurasi khusus sesuai kebutuhan pelanggan.
“ASUS Expert Series sendiri, khususnya B series, merupakan produk yang lebih ditujukan untuk configure to order [CTO], jadi gangguan produksi chip global tentunya akan langsung terasa dampaknya terhadap harga produk,” katanya.
Adapun di tengah tekanan geopolitik global dan potensi gangguan rantai pasok cip, Asus menilai tantangan yang dihadapi perusahaan tidak berbeda dengan produsen perangkat teknologi lain di pasar Indonesia. Karena itu, strategi utama perusahaan saat ini ialah menjaga optimalisasi pasokan barang dan efisiensi operasional hingga kondisi global kembali stabil.
“Kuncinya adalah bagaimana kita bisa mengoptimalkan ketersediaan barang, pasokan dan efisiensi di berbagai aspek sampai kondisi global membaik nantinya,” tutur Firman.
Pihaknya juga masih terus memantau perkembangan kondisi rantai pasok global. Namun, tekanan terhadap harga dinilai berpotensi terjadi apabila gangguan pasokan cip memori berlangsung lebih lama.
Di sisi lain, Asus menilai Indonesia masih belum siap untuk masuk lebih jauh ke dalam rantai pasok industri semikonduktor global, baik dari sisi infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), maupun regulasi pendukung investasi.
Firman menyebut, kemampuan Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara Asia Tenggara lain yang telah lebih dahulu membangun basis manufaktur semikonduktor berskala besar.
“Untuk industri semikonduktor dengan teknologi tinggi, kita kelihatannya belum memiliki cukup engineer dalam kuantitas dan kualitas yang cukup,” sebutnya.
Dia menambahkan, kesiapan SDM nasional saat ini masih lebih kompetitif untuk sektor manufaktur umum dibanding industri cip berteknologi tinggi yang membutuhkan kompetensi teknik dan rekayasa spesifik.
Kendati demikian, Asus belum melihat adanya rencana dari kantor pusat perusahaan untuk memperbesar kapasitas produksi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Menurut Firman, hingga saat ini juga belum ada dorongan khusus dari pemerintah Indonesia terkait pengembangan fasilitas produksi semikonduktor.
“Sejauh ini belum ada rencana dari Asus pusat untuk memperbesar kapasitas produksi di Asia Tenggara ataupun di Indonesia,” tuturnya.
#asus-gangguan-pasokan #semikonduktor-global #produksi-perangkat-asus #ketersediaan-komponen #pasar-indonesia #asus-expert-series #configure-to-order #rantai-pasok-cip #tekanan-geopolitik-global #optim