Penyakit Jantung Jadi Beban Tertinggi BPJS Kesehatan, Biaya Tembus Rp11,83 Triliun
Penyakit jantung jadi beban terbesar BPJS Kesehatan 2025, biaya Rp11,83 triliun. BPJS perkuat layanan cathlab dan upaya preventif untuk tekan risiko.
(Bisnis.Com) 20/05/26 18:26 226747
Bisnis.com, BANDUNG — Penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung masih menjadi beban pembiayaan terbesar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sepanjang 2025. BPJS Kesehatan mencatat biaya penanganan penyakit tersebut mencapai Rp11,83 triliun.
Tingginya pembiayaan itu sejalan dengan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan spesialistik, khususnya layanan kateterisasi jantung atau cathlab yang terus mengalami lonjakan dalam beberapa tahun terakhir.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan penguatan layanan jantung menjadi bagian penting untuk memastikan peserta JKN mendapatkan penanganan cepat tanpa terkendala akses maupun biaya.
Menurutnya, perluasan layanan kesehatan canggih seperti cathlab dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh layanan yang lebih dekat, cepat, dan merata, terutama pada kondisi kegawatdaruratan jantung.
“Perluasan layanan cathlab merupakan komitmen BPJS Kesehatan dalam menghadirkan kemudahan layanan bagi peserta JKN, sehingga peluang keselamatan peserta juga semakin besar,” ujarnya di Universitas Padjadjaran, Rabu (20/5/2026).
Data BPJS Kesehatan menunjukkan pembiayaan layanan cathlab sepanjang 2025 telah mencapai lebih dari Rp3,5 triliun dengan jumlah kasus menembus lebih dari 138 ribu kasus. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan 2021.
Lonjakan kasus penyakit jantung dinilai menjadi tantangan besar bagi keberlanjutan pembiayaan program JKN di tengah tingginya jumlah peserta yang kini mencapai lebih dari 285 juta jiwa atau sekitar 98% penduduk Indonesia.
Di sisi lain, BPJS Kesehatan mulai memperkuat upaya promotif dan preventif untuk menekan risiko penyakit kronis yang berujung pada gangguan jantung dan stroke. Salah satu langkah yang dilakukan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda yang menyasar kelompok usia produktif.
“Dengan menerapkan pola hidup sehat, risiko penyakit kronis dapat dicegah sehingga masyarakat tetap sehat dan produktif,” kata Pujo.
Selain memperluas layanan, BPJS Kesehatan juga menekankan penguatan tata kelola untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan JKN. Sepanjang 2025, efisiensi dari pencegahan fraud mencapai Rp6,5 triliun atau sekitar 3,4% dari total biaya pelayanan kesehatan.
Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus mengatakan penguatan layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada teknologi medis, tetapi juga ketepatan diagnosis dan efektivitas tindakan medis.
“Keberhasilan pelayanan kesehatan bukan tentang semakin banyak tindakan medis yang dilakukan, melainkan bagaimana memberikan tindakan yang tepat kepada pasien yang tepat pada waktu yang tepat,” ujarnya.
#penyakit-jantung #beban-bpjs #biaya-kesehatan #layanan-cathlab #jkn-2025 #pembiayaan-jantung #layanan-kesehatan #cathlab-indonesia #peserta-jkn #kesehatan-jantung #risiko-penyakit-kronis #prolanis-mud