Netanyahu Sangat Marah setelah Panggilan Telepon Trump tentang Iran

Netanyahu Sangat Marah setelah Panggilan Telepon Trump tentang Iran

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sangat marah setelah panggilan telepon yang tegang dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai proposal... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 21/05/26 16:33 227870

TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sangat marah setelah panggilan telepon yang tegang dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai proposal baru untuk mengakhiri perang dengan Iran. Kabar itu diungkap Axios pada hari Rabu, mengutip tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Salah satu sumber AS yang diberi tahu tentang percakapan tersebut mengatakan Netanyahu "sangat marah" setelah panggilan telepon itu, yang terjadi setelah Trump menunda "serangan yang sangat besar" terhadap Iran, dengan mengatakan para pemimpin Teluk meminta AS untuk memberi diplomasi lebih banyak waktu.

Presiden AS sejak itu mengatakan AS dan Iran "berada tepat di ambang batas" antara kesepakatan dan perang yang diperbarui.

"Entah kita mencapai kesepakatan atau kita akan melakukan beberapa hal yang sedikit buruk," kata Trump kepada wartawan pada hari Rabu, menambahkan perang dapat berlanjut "dengan sangat cepat" kecuali AS menerima "jawaban yang 100% baik."

Netanyahu "sangat skeptis" terhadap negosiasi dan ingin melanjutkan perang untuk lebih melemahkan kemampuan militer Iran dan melemahkan Teheran dengan menghancurkan infrastruktur penting, lapor Axios.

Namun, Trump mengklaim Netanyahu “akan melakukan apa pun yang saya inginkan” terkait Iran, sambil bersikeras ia memiliki hubungan baik dengan pemimpin Israel tersebut.

Upaya diplomatik terbaru dilaporkan berpusat pada “surat pernyataan niat” yang akan ditandatangani oleh AS dan Iran untuk secara resmi mengakhiri perang dan memulai periode negosiasi 30 hari mengenai program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Teheran telah mengkonfirmasi mereka sedang meninjau proposal yang diperbarui. Namun, Kementerian Luar Negeri mengatakan negosiasi terus berlanjut berdasarkan rencana 14 poin yang sebelumnya ditolak AS.

Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan pekan ini bahwa “dialog bukan berarti menyerah,” menambahkan Iran tidak akan mundur dari “hak-hak hukum rakyat dan negara.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan pembicaraan dapat berhasil jika AS mengakhiri “pembajakan” terhadap kapal-kapal Iran dan setuju melepaskan dana yang dibekukan, sementara Israel harus mengakhiri perangnya di Lebanon.

(sya)

#benjamin-netanyahu #donald-trump #amerika-serikat #perang-as-vs-iran #perang-iran-vs-israel

https://international.sindonews.com/read/1709241/43/netanyahu-sangat-marah-setelah-panggilan-telepon-trump-tentang-iran-1779354339