Tawarkan Ratusan Lapangan Migas ke Pengusaha Daerah, Bahlil: Kontraktor Jangan Orang Jakarta Semua

Tawarkan Ratusan Lapangan Migas ke Pengusaha Daerah, Bahlil: Kontraktor Jangan Orang Jakarta Semua

Bahlil mendorong para pengusaha migas di daerah dapat menggarap porsi kesempatan proyek yang sama sebagai kontraktor di wilayahnya.

(IDX-Channel) 22/05/26 03:00 228357

IDXChannel - Pemerintah membuka peluang investasi melalui penawaran lelang sejumlah Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas yang tersebar untuk percepatan eksplorasi dan pengembangan sumber daya alam tersebut. Langkah ini akan mendukung target produksi nasional sebesar 900 ribu hingga 1 juta barel minyak per hari pada 2029.

"Ini saya buka secara umum, siapa saja boleh (ikut). Tidak perlu nego-nego di belakang meja. Yang penting kalian punya teknologi, kalian punya uang, kalian punya keseriusan. Silahkan mengelola hasil yang ada untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).

Bahlil mendorong para pengusaha migas di daerah dapat menggarap porsi kesempatan proyek yang sama sebagai kontraktor di wilayahnya, selama memiliki kompetensi dan kemampuan di bidang migas.

"Agar pengusaha-pengusaha daerah itu harus dikolaborasikan, jangan kontraktor orang Jakarta semua. Jadikanlah orang daerah itu menjadi tuan di negerinya sendiri selama (mereka) profesional," ujarnya.

Bahlil juga menekankan vitalnya kolaborasi antara Kementerian ESDM, SKK Migas, dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) agar seluruh kesepakatan dapat dijalankan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, sehingga proyek bisa selesai tepat waktu dan mendukung peningkatan produksi migas nasional.

"Saya minta jangan lagi diperlambat investor di KKKS. Di hulu migas ini resikonya besar, jangan dipersulit, harus dipermudah. Tapi kalau pengusahanya sudah kita bantu, sudah sesuai aturan, tapi dia dalam implementasinya masih aneh-aneh, artinya perlu diluruskan," kata dia.

Perlu diketahui, hingga Mei 2026, Kementerian ESDM telah mengidentifikasi 118 WK Migas potensial. Rinciannya meliputi 43 wilayah yang masih dalam tahap studi bersama, 50 wilayah potensial pada tahap penawaran studi dan akuisisi data baru, serta 25 wilayah yang telah ditandatangani, termasuk 8 WK hasil lelang 2025 yang penandatanganan kontraknya disaksikan langsung oleh Menteri ESDM.

Adapun kedelapan WK tersebut dimulai dari kawasan Gagah, Bintuni, Karunia, Drawa, Jalu, Southwest Andaman, Barong, dan Nawasena.

Rinciannya adalah di WK Gagah, yang berlokasi di onshore Sumatera Selatan. Wilayah ini memiliki potensi sumber daya 173 juta barel minyak dan 1,1 Trillion Cubic Feet (Triliun Kaki Kubik atau TCF) gas, dengan nilai komitmen pasti USD4,25 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.

Kedua, ada WK Bintuni, yang berlokasi di onshore dan offshore Papua Barat. Potensi sumber dayanya mencapai 2,1 TCF gas, dengan nilai komitmen pasti USD16,55 juta dan bonus tanda tangan USD1,25 juta.

Ketiga, ada WK Karunia, yang berlokasi di onshore dan offshore Sumatera Utara dan Riau. Potensi sumber dayanya sebesar 82 juta barel minyak dan 0,13 TCF gas, dengan nilai komitmen pasti USD9,9 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.

Keempat, ada WK Drawa, yang berlokasi di offshore Papua Barat dan Papua Barat Daya. Potensi sumber dayanya 0,36 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti USD6,45 juta dan bonus tanda tangan USD200 ribu.

Kelima, ada WK Jalu, yang berlokasi di offshore Laut Andaman. Potensi sumber dayanya sebesar 2,9 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti USD6,6 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.

Keenam, ada WK Southwest Andaman, yang berlokasi di offshore Laut Andaman. Wilayah ini memiliki sumber daya potensial 3 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti USD8,2 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.

Ketujuh, ada WK Barong, yang berlokasi di offshore Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Potensi sumber dayanya 2,9 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti USD2,5 juta dan bonus tanda tangan USD200 ribu.

Kedelapan, ada WK Nawasena, yang berlokasi di onshore dan offshore Jawa Timur. Wilayah ini memiliki potensi sumber daya 1,3 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti USD3,5 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.

Secara keseluruhan, delapan WK tersebut memiliki total nilai komitmen pasti sebesar USD57,95 juta dan total bonus tanda tangan USD3,15 juta, dengan perkiraan sumber daya mencapai 255 juta barel minyak dan 13,79 TCF gas.

(NIA DEVIYANA)

#wilayah-kerja #bahlil-lahadalia #migas #kontraktor

https://www.idxchannel.com/economics/tawarkan-ratusan-lapangan-migas-ke-pengusaha-daerah-bahlil-kontraktor-jangan-orang-jakarta-semua