CORE: Rencana Menkeu Purbaya Tambah Layer Cukai Rokok Perlu Dikaji Matang

CORE: Rencana Menkeu Purbaya Tambah Layer Cukai Rokok Perlu Dikaji Matang

Rencana Menkeu Purbaya menambah layer cukai rokok perlu kajian matang untuk cegah rokok ilegal dan moral hazard, serta pastikan efektivitas kebijakan.

(Bisnis.Com) 22/05/26 04:00 228358

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menambah layer tarif cukai rokok diharapkan tak menimbulkan persoalan baru dalam tata kelola Cukai Hasil Tembakau (CHT).

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai bahwa asumsi dasar rencana kebijakan tersebut perlu diuji lebih dalam, khususnya terkait perilaku pelaku peredaran rokok ilegal yang selama ini beroperasi di luar sistem.

Dia mengasumsikan pelaku pengedar rokok ilegal akan masuk ke sistem jika tarif cukai dibuat lebih rendah.

Menurutnya selama risiko ditangkap rendah, insentif untuk memilih rokok ilegal tetap ada meskipun ada opsi legal yang lebih murah.

"Jadi ini bukan soal tarif saja, tapi soal penegakan hukum dan kurangnya efek jera, yang justru tidak berubah," kata Yusuf Rendy Manilet, Kamis (21/5/2026).

Lebih lanjut, Yusuf mengingatkan adanya risiko ilusi penerimaan yang dapat muncul dari kebijakan ini. Dalam jangka pendek, penerimaan negara mungkin terlihat meningkat, namun secara struktural justru berisiko melemah.

"Ini berisiko menciptakan ilusi penerimaan. Di awal mungkin terlihat ada tambahan setoran dari pelaku yang masuk," lanjutnya.

Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino mengaku hingga kini belum mendapatkan penjelasan rinci terkait desain layer baru yang diwacanakan pemerintah.

"Kami malah belum tahu akan seperti apa layer baru yang diajukan untuk mengakomodir rokok ilegal," katanya.

Namun menurutnya, fokus utama pemerintah seharusnya tetap pada pemberantasan rokok ilegal, bukan membuka skema baru yang justru berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu.

Namun, Harris mengingatkan bahwa implementasi kebijakan tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan.

"Ide itu mungkin menambah penerimaan CHT, tapi yang harus disadari adalah moral hazard-nya," katanya.

Menurut dia ancaman praktik jual beli pita cukai murah antarprodusen kecil juga akan menjadi tantangan ke-depannya. Oleh karena itu, menurut Harris, risiko moral hazard seperti ini harus dipikirkan matang sebelum pemerintah memutuskan menambah layer tarif baru.

Ia juga mempertanyakan efektivitas penambahan lapisan tarif apabila pada akhirnya tidak benar-benar menekan peredaran rokok ilegal dan justru menambah kompleksitas pengawasan di lapangan.

"Jadi tidak akan mereduksi yang ilegal, dong. Kalau menurut saya jangan tambah layer kalau moral hazard-nya seperti itu," kata dia.

Sebelumnya Menkeu Purbaya mengatakan layer baru tarif cukai rokok disiapkan untuk menyaring produsen yang selama ini beroperasi secara ilegal agar masuk ke dalam sistem resmi pemerintah.

Purbaya menargetkan pembahasan dengan DPR terkait dengan rencana penambahan lapisan CHT rampung pada Mei 2026.

#cukai-rokok #tarif-cukai #layer-cukai #rokok-ilegal #kebijakan-cukai #penerimaan-negara #penegakan-hukum #moral-hazard #pita-cukai #tata-kelola-cukai #ekonomi-tembakau #core-ekonomi #dpr-cukai #produs

https://kabar24.bisnis.com/read/20260522/15/1975632/core-rencana-menkeu-purbaya-tambah-layer-cukai-rokok-perlu-dikaji-matang