Krisis Energi Mengancam, Presiden COP31 Desak Dunia Beralih ke Elektrifikasi

Krisis Energi Mengancam, Presiden COP31 Desak Dunia Beralih ke Elektrifikasi

Presiden COP31 Murat Kurum menilai elektrifikasi semakin penting di tengah krisis energi akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

(Katadata) 22/05/26 16:26 229182

Presiden COP31 Murat Kurum mendesak percepatan elektrifikasi di negara-negara di dunia. Elektrifikasi merupakan perubahan penting yang dibutuhkan untuk memerangi perubahan iklim dan melaksanakan komitmen konferensi iklim PBB sebelumnya.

Kurum adalah Menteri Lingkungan Hidup, Urbanisasi, dan Perubahan Iklim Turki. Ia akan memimpin sidang-sidang di konferensi iklim PBB ke-31 (COP31) di Antalya, Turki, pada November 2026.

Ia mengatakan, krisis energi saat ini menegaskan pentingnya diversifikasi sumber energi nasional dan pengembangan energi terbarukan. Semua ini mengacu pada semakin pentingnya peran listrik sebagai sumber energi di seluruh dunia.

"Pemerintah, lembaga-lembaga internasional, dan sektor swasta semakin meningkatkan fokus pada elektrifikasi sebagai bagian terpenting dari transisi energi," ujar Kurum di Copenhagen Climate Ministers\' Meeting, pada Rabu (20/5).

Ia mengatakan, saat ini sekitar 20% dari konsumsi energi final dunia dipenuhi dari energi listrik. Ia mengajak negara-negara di dunia untuk meningkatkan kontribusi listrik sebagai sumber energi secepat mungkin.

Konsumsi energi final mengacu pada energi yang dikonsumsi oleh pengguna akhir, seperti individu dan perusahaan-perusahaan untuk memanaskan atau mendinginkan bangunan, menyalakan lampu-lampu, perangkat listrik, dan peralatan rumah tangga, kendaraan, mesin-mesin, serta pabrik.

Dalam skenario “Net Zero Emissions by 2050”, Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan rasio 20% konsumsi energi final harus ditingkatkan menjadi lebih dari 27% pada tahun 2030, dan lebih dari 50% pada pertengahan abad ini.

Dekarbonisasi Pembangkit Listrik

Pendorong utama peningkatan ini kemungkinan besar adalah dekarbonisasi transportasi - melalui percepatan peluncuran kendaraan listrik (EV) - dan pemanasan rumah tangga, dalam bentuk pompa panas bertenaga listrik.

“Untuk mencapai misi ini, dekarbonisasi pembangkit listrik sangatlah penting. Namun, itu saja tidak cukup. Kita juga perlu mengelektrifikasi berbagai proses dalam kehidupan kita,” kata Kurum.

“Kami ingin memulai percakapan global tentang elektrifikasi.”

COP31 akan diselenggarakan di kota resor pesisir Antalya, Turki, dari tanggal 9 hingga 20 November 2026.

Pernyataan Kurum semakin relevan di tengah krisis energi yang terjadi sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari lalu. Blokade terhadap Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting bagi 20% pasokan minyak dan gas dunia, membuat harga komoditas energi dan turunannya melambung.

Konflik geopolitik di Timur Tengah yang berkepanjangan ini diperkirakan masih bakal menimbulkan gejolak di pasar minyak global. Beberapa negara telah melakukan antisipasi, dengan mencari pasokan minyak dan gas dari negara-negara lain di luar kawasan Timur Tengah. Sejumlah negara juga meningkatkan kapasitas energi terbarukan dalam bauran energi untuk memperkuat ketahanan energi.

#elektrifikasi #cop31 #krisis-energi #energi-bersih #give-me-perspective

https://katadata.co.id/ekonomi-hijau/energi-baru/6a1021638c787/krisis-energi-mengancam-presiden-cop31-desak-dunia-beralih-ke-elektrifikasi