PBNU-Malaysia jajaki kerja sama ekonomi syariah dan bisnis halal
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bekerja sama dengan Malaysia memperkuat ekonomi syariah dan bisnis halal di Asia Tenggara agar bisa menyerap lebih ...
(Antara) 22/05/26 19:37 229477
Kami telah membahas sejumlah peluang kerja sama konkret, mulai dari pengembangan bisnis berbasis ekonomi syariah, pertanian, hingga kerja sama keilmuan...
Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bekerja sama dengan Malaysia memperkuat ekonomi syariah dan bisnis halal di Asia Tenggara agar bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja dan mampu bersaing di tingkat global.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf saat menerima kunjungan balasan delegasi Malaysia untuk memperkuat kerja sama kedua negara melalui pendekatan people to people (dari masyarakat untuk masyarakat).
"Kami telah membahas sejumlah peluang kerja sama konkret, mulai dari pengembangan bisnis berbasis ekonomi syariah, pertanian, hingga kerja sama keilmuan, karena Indonesia dan Malaysia ini memiliki kehendak bersama untuk membangun kerja sama di dalam pengembangan bisnis dalam rangka ekonomi syariah dan bisnis halal," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Yahya mengemukakan salah satu agenda yang dibahas adalah kemungkinan penyelenggaraan ekspo halal internasional di Indonesia. PBNU juga menyiapkan platform Nahdlatul Ulama Harvest Maslaha, sebuah wadah investasi syariah global untuk menampung berbagai inisiatif kerja sama antara NU dan pihak Malaysia.
Menurutnya, NU memiliki kekuatan di akar rumput dengan basis massa besar, yang dapat menjadi penggerak berbagai program strategis pemerintah, terutama di sektor ekonomi masyarakat.
"Kerja sama internasional dengan Malaysia dapat membantu transfer pengetahuan dan teknologi untuk mendukung peningkatan produksi pangan, pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), hingga perluasan literasi bisnis internasional bagi masyarakat," paparnya.
Yahya juga mengatakan kerja sama internasional untuk berbagi pengetahuan dan teknologi ini dapat membantu agenda-agenda prioritas nasional agar lebih mudah mencapai target dengan dukungan masyarakat dari tingkat bawah hingga level internasional.
Sementara itu Senator di Dewan Negara Malaysia Mujahid bin Yusof Rawa mengatakan kunjungan delegasi Malaysia ke Jakarta menunjukkan keseriusan kedua pihak dalam membangun kolaborasi ekonomi di kawasan Nusantara dan Asia Pasifik.
Mantan Menteri Agama Malaysia itu menilai kawasan Asia Tenggara memiliki modal stabilitas dan perdamaian yang tinggi sehingga perlu didorong menuju kesejahteraan ekonomi bersama.
"Kita mau mengangkat persatuan dalam kedamaian di dua negara ini menuju prosperity, untuk kesejahteraan ekonomi dan masyarakat," kata Mujahid.
Kunjungan ini, menurutnya, sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang keuangan dan perbankan syariah. Selain itu inisiatif yang menggunakan pendekatan people to people ini akan melengkapi hubungan government to government (antarpemerintah) yang selama ini telah berjalan di kawasan Asia Tenggara.
"Kolaborasi dengan NU dipilih karena organisasi ini memiliki jaringan luas, sejarah panjang, serta basis syariah yang kuat. Selain itu NU bisa menjadi akses kepada masyarakat tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dunia," ucap Mujahid.
Ke depan, kerja sama serupa juga akan diperluas ke Thailand, Singapura, Kamboja, Vietnam, serta negara Asia lainnya, untuk memperkuat posisi Nusantara sebagai kekuatan ekonomi baru dunia berbasis ekonomi syariah dan halal.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
#ekonomi-syariah #bisnis-halal #pbnu #nahdlatul-ulama #indonesia-malaysia #kerja-sama-indonesia-malaysia