PBNU: Ekonomi syariah jadi peluang serap tenaga kerja baru di ASEAN
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai penguatan kerja sama ekonomi syariah antara Indonesia-Malaysia membuka peluang penyerapan tenaga kerja baru di ...
(Antara) 22/05/26 19:58 229480
Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai penguatan kerja sama ekonomi syariah antara Indonesia-Malaysia membuka peluang penyerapan tenaga kerja baru di kawasan Asia Tenggara, terutama melalui pengembangan sektor pangan, usaha kecil menengah (UKM), hingga industri halal.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat menerima delegasi dari Malaysia untuk penjajakan kerja sama ekonomi syariah dan bisnis halal mengatakan penyerapan tenaga kerja tersebut dapat dioptimalkan melalui ekonomi masyarakat berbasis akar rumput atau grassroots economy.
"Basis massa NU yang luas hingga tingkat desa menjadi modal penting untuk mendukung berbagai agenda strategis pemerintah sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di masyarakat," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Ia mengemukakan kerja sama dengan Malaysia dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat di akar rumput. Kedua negara akan saling berbagi pengetahuan dan teknologi untuk membantu mewujudkan target agenda prioritas pemerintah, yang akan lebih mudah tercapai melalui kolaborasi dan dukungan masyarakat.
Ia menjelaskan kolaborasi yang dilakukan mencakup pengembangan produksi pangan, pembinaan UKM, dukungan investasi masyarakat, hingga peningkatan literasi bisnis internasional.
Seluruh program tersebut, menurutnya, berpotensi memperluas kesempatan kerja di sektor ekonomi syariah dan bisnis halal.
PBNU juga menekankan seluruh kerja sama akan dijalankan dalam kerangka syariah compliance sehingga dapat memperkuat industri halal regional.
Delegasi yang dipimpin senator di Dewan Negara Malaysia Mujahid bin Yusof Rawa mengemukakan Asia Tenggara memiliki peluang besar menjadi kekuatan ekonomi baru dunia karena kawasan ini relatif stabil dan damai, dengan dilengkapi keberagaman masyarakat dan budaya yang menjadi peluang besar bagi pengembangan bisnis halal.
"Langkah berikutnya, kita perlu mengubah stabilitas kawasan menjadi kesejahteraan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat luas. Kita mau mengangkat peace (kedamaian) ini kepada prosperity, kesejahteraan ekonomi dan masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, penguatan ekonomi syariah lintas negara akan menciptakan efek berantai terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat, termasuk melalui pembukaan lapangan kerja dan perluasan aktivitas perdagangan halal.
"Kami juga membuka peluang kerja sama di bidang keuangan syariah dan perbankan Islam. Inisiatif ini merupakan bagian dari pendekatan people to people (dari masyarakat untuk masyarakat) yang melengkapi hubungan antarpemerintah di ASEAN yang telah berjalan selama ini," katanya.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
#ekonomi-syariah #bisnis-halal #pbnu #nahdlatul-ulama #tenaga-kerja-baru #asean