Uni Eropa Perkirakan Harga Minyak dan Gas Tetap Mahal sampai 2027

Uni Eropa Perkirakan Harga Minyak dan Gas Tetap Mahal sampai 2027

Uni Eropa memperkirakan harga minyak dan gas tetap tinggi hingga akhir 2027 akibat dampak perang Iran dan gangguan Selat Hormuz.

(Kompas.com) 23/05/26 13:09 229929

KOMPAS.com-Uni Eropa memperkirakan harga minyak dan gas masih akan bertahan di atas level sebelum perang Iran setidaknya hingga akhir 2027.

Kenaikan harga energi tersebut diperkirakan ikut mendorong harga barang dan jasa lain di kawasan Eropa.

Komisaris Ekonomi Uni Eropa Valdis Dombrovskis mengatakan, lonjakan harga energi menjadi penyebab utama naiknya proyeksi inflasi kawasan.

Inflasi Uni Eropa kini diperkirakan mencapai 3,1 persen pada tahun ini dan 2,4 persen pada 2027.

Angka itu jauh lebih tinggi dibanding proyeksi sebelumnya untuk tahun ini, yakni 1,9 persen.

“Kami memperkirakan bahwa inflasi energi ini secara bertahap juga akan merembes ke berbagai sektor ekonomi,” kata Dombrovskis seusai pertemuan menteri keuangan dari 21 negara anggota zona euro, Jumat (22/5/2026).

Zona euro merupakan kelompok negara Uni Eropa yang memakai mata uang euro. Menteri keuangan negara tersebut tergabung dalam forum Eurogroup.

Harga barang diperkirakan tetap tinggi

Presiden Bank Sentral Eropa atau European Central Bank, Christine Lagarde, mengatakan tekanan harga tidak akan langsung hilang meski perang di Timur Tengah berakhir dalam waktu dekat.

Menurut Lagarde, kenaikan harga energi akan memberi efek tertunda terhadap harga barang lain.

“Dan kemungkinan besar tingkat harga akan lebih tinggi pada akhir krisis ini, ketika kita melihat akhir dari krisis ini,” kata Lagarde.

Lagarde mengatakan, European Central Bank akan mengambil “semua langkah yang diperlukan” untuk menjaga stabilitas harga sesuai target inflasi 2 persen.

Meski begitu, ia tidak memberi sinyal tegas soal kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

“Kami akan terus mengikuti pendekatan yang bergantung pada data dan pertemuan demi pertemuan untuk menentukan sikap kebijakan moneter yang paling tepat guna mencapai target jangka menengah 2% kami,” ujar Lagarde.

Selat Hormuz jadi kunci

Presiden Eurogroup Kyriakos Pierrakakis mengatakan, akhir krisis bagi Uni Eropa berarti kembalinya pelayaran bebas melalui Selat Hormuz tanpa pungutan atau hambatan tambahan.

Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melewati jalur tersebut.

Perang Iran membuat jalur energi global terganggu. Kondisi itu memicu lonjakan harga minyak dan gas.

Dampaknya langsung terasa bagi Eropa yang masih bergantung pada impor energi.

Pertumbuhan ekonomi melemah

Pierrakakis mengatakan, ekonomi zona euro masih akan tumbuh, tetapi lajunya lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi zona euro diperkirakan mencapai 0,9 persen pada tahun ini dan 1,2 persen pada 2027.

Angka tersebut lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.

Meski begitu, Pierrakakis menegaskan ekonomi Eropa belum mengarah ke resesi.

Menurut dia, proyeksi terbaru masih “jelas jauh dari skenario resesi.”

Kenaikan proyeksi inflasi membuat pasar mulai memperkirakan European Central Bank berpotensi kembali menaikkan suku bunga untuk menahan tekanan harga.

Namun, Lagarde menegaskan keputusan European Central Bank tetap bergantung pada data ekonomi terbaru dan evaluasi setiap rapat kebijakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#uni-eropa #krisis-energi #harga-minyak

https://money.kompas.com/read/2026/05/23/130900526/uni-eropa-perkirakan-harga-minyak-dan-gas-tetap-mahal-sampai-2027