Ekspansi Industri Mulai Tekan Perekonomian Kawasan Agraris Ciayumajakuning
Ekspansi industri di Ciayumajakuning mengubah ekonomi dari agraris ke industri, menekan lahan pertanian. Transformasi ini meningkatkan ekonomi, tapi perlu keseimbangan.
(Bisnis.Com) 25/05/26 10:02 231043
Bisnis.com, CIREBON - Bank Indonesia menyebutkan, transformasi industri di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) mulai mengubah struktur ekonomi kawasan timur Jawa Barat.
Di tengah pertumbuhan sektor manufaktur dan logistik yang terus meningkat, tekanan terhadap lahan pangan dan kawasan agraris juga mulai muncul seiring ekspansi industri dan pembangunan infrastruktur.
Data perekonomian wilayah Ciayumajakuning menunjukkan industri pengolahan kini menjadi sektor dominan dengan kontribusi mencapai 25,62% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kawasan pada 2025.
Nilai PDRB Ciayumajakuning sendiri telah mencapai sekitar Rp250 triliun atau menyumbang 10 persen terhadap ekonomi Jawa Barat.
KepalaBank IndonesiaPerwakilan CirebonWihujeng Ayu Rengganismengatakan perubahan struktur ekonomi tersebut menunjukkan kawasan Ciayumajakuning mulai bergerak dari basis pertanian menuju ekonomi industri dan jasa yang lebih terintegrasi.
"Transformasi ekonomi di Ciayumajakuning berjalan cukup cepat, terutama didorong pertumbuhan industri pengolahan, logistik, dan investasi baru di kawasan Rebana. Namun, perubahan itu juga perlu diantisipasi agar tidak mengurangi kapasitas ketahanan pangan daerah," kata Wihujeng dikutip Jumat (25/5/2026).
Menurut dia, industrialisasi membawa dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas perdagangan, dan tumbuhnya investasi baru.
Pertumbuhan ekonomi Ciayumajakuning pada 2025 tercatat sebesar 5,09% secara tahunan atau lebih tinggi dibanding sejumlah wilayah lain di Pantura timur Jawa Barat.
Investasi juga masih tumbuh positif sebesar 5,06% secara tahunan. Di sisi lain, surplus perdagangan kawasan dalam 3 tahun terakhir konsisten berada di atas 1 miliar dollar AS, ditopang kinerja ekspor industri pengolahan yang terus meningkat.
Meski demikian, Wihujeng menilai transformasi tersebut mulai memunculkan tantangan baru, terutama terkait penyusutan lahan produktif pertanian di sejumlah wilayah penyangga industri dan infrastruktur baru.
Di Kabupaten Majalengka misalnya, perkembangan kawasan sekitarBandara Internasional Jawa Barat Kertajatimulai mendorong perubahan penggunaan lahan dari pertanian ke sektor industri, pergudangan, dan permukiman.
Fenomena serupa juga mulai terlihat di sebagian wilayah Kabupaten Cirebon dan Indramayu yang masuk koridor pengembangan kawasan Rebana.
"Industrialisasi memang penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru, tetapi keseimbangan harus dijaga. Ciayumajakuning memiliki posisi strategis sebagai kawasan industri sekaligus lumbung pangan di Jawa Barat," ujarnya.
Ia mengatakan sektor pertanian masih menjadi penopang penting bagi ekonomi kawasan, terutama di Indramayu sebagai salah satu sentra produksi padi nasional.
Karena itu, penguatan industri dinilai tidak dapat dilakukan dengan mengorbankan keberlanjutan desa agraris dan kapasitas produksi pangan daerah.
Selain persoalan lahan, perubahan struktur ekonomi juga dinilai akan memengaruhi pola tenaga kerja di pedesaan. Perpindahan tenaga kerja muda dari sektor pertanian menuju industri diperkirakan semakin meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut Wihujeng, kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui penguatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan produktivitas pertanian agar sektor pangan tetap kompetitif di tengah ekspansi industri.
Dia menambahkan pengembangan kawasan ekonomi baru di Ciayumajakuning seharusnya diarahkan pada model pertumbuhan yang saling menopang antara industri, pertanian, perdagangan, dan logistik.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di kawasan industri, tetapi juga memberi dampak terhadap desa dan sektor usaha rakyat.
"Transformasi ekonomi harus dijaga agar tetap inklusif. Industrialisasi perlu berjalan beriringan dengan perlindungan kawasan pangan dan penguatan ekonomi desa," kata Wihujeng.
#ciayumajakuning-industri #ekspansi-industri-cirebon #transformasi-ekonomi-jawa-barat #cirebon-indramayu-majalengka-kuningan #industri-pengolahan-ciayumajakuning #pdrb-ciayumajakuning #ekonomi-jawa-bar