Mendag Klaim Harga Minyakita hingga Cabai Stabil Jelang Iduladha 2026
Menjelang Iduladha 2026, Kemendag klaim harga pangan stabil, harga Minyakita, telur, dan daging di bawah HET.
(Bisnis.Com) 25/05/26 12:40 231226
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeklaim harga sejumlah komoditas pangan strategis masih relatif stabil menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Beberapa komoditas seperti Minyakita, telur ayam ras, hingga daging sapi masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET).
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pemantauan terbaru melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan harga pangan nasional masih terkendali meskipun terdapat kenaikan di sejumlah wilayah.
“Di SP2KP tadi Minyakita harganya Rp15.854. Kemudian, telur harganya Rp27.000, berarti di bawah HET. Kemudian daging sapi tadi Rp137.000, HET-nya Rp140.000,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Selain itu, harga cabai juga dinilai masih berada dalam rentang wajar meskipun mulai mengalami kenaikan di sejumlah daerah.
“Cabai ada yang Rp55.000, tapi masih HET di sini. Jadi harga stabil,” ujarnya.
Meski demikian, Kemendag mengakui masih terdapat sejumlah wilayah dengan harga pangan yang relatif tinggi, terutama di kawasan timur Indonesia seperti Papua. Pemerintah pun meminta pemasok untuk memperkuat distribusi ke daerah-daerah tersebut agar pasokan tetap terjaga menjelang Iduladha.
“Memang yang mungkin di daerah-daerah seperti Papua, ada beberapa komoditas yang tinggi. Karena kita minta kepada parasupplieruntuk memasok, terutama yang di daerah-daerah, tapi semua terkendali,” tutur Budi.
Berdasarkan data SP2KP Kemendag per 22 Mei 2026, harga sejumlah komoditas pangan nasional bergerak variatif dengan mayoritas masih mengalami kenaikan tipis.
Harga Minyakita tercatat naik 0,02% dari Rp15.851 per liter pada 21 Mei menjadi Rp15.854 per liter pada 22 Mei. Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng sawit kemasan premium sebesar 0,09% menjadi Rp22.208 per liter, serta minyak goreng sawit curah yang naik 0,21% menjadi Rp19.645 per liter.
Di kelompok protein hewani, harga daging sapi paha belakang naik tipis 0,02% menjadi Rp139.687 per kilogram, sementara daging ayam ras meningkat 0,01% menjadi Rp37.330 per kilogram. Sebaliknya, harga telur ayam ras turun 0,23% dari Rp27.957 menjadi Rp27.893 per kilogram.
Sementara itu, komoditas hortikultura mencatat kenaikan lebih tinggi. Harga cabai rawit merah naik 1,28% menjadi Rp67.518 per kilogram, cabai merah besar meningkat 0,92% menjadi Rp50.465 per kilogram, dan cabai merah keriting naik 0,68% menjadi Rp46.942 per kilogram.
Kemudian, untuk harga bawang merah juga mengalami kenaikan 0,89% menjadi Rp44.624 per kilogram, sedangkan harga bawang putih honan turun 0,33% menjadi Rp34.582 per kilogram.
Adapun, beberapa komoditas lainnya terpantau relatif stabil cenderung menurun. Harga gula pasir curah turun tipis 0,01% menjadi Rp18.277 per kilogram, begitu pula tepung terigu yang melemah 0,01% menjadi Rp12.493 per kilogram. Di sisi lain, harga kedelai impor masih naik 0,10% menjadi Rp13.636 per kilogram.
#harga-pangan #mendag #harga-cabai #harga-minyakita #harga-telur #harga-daging-sapi #harga-cabai-rawit #harga-bawang-merah #harga-gula-pasir #harga-tepung-terigu #harga-kedelai-impor #harga-minyak-gore