BP BUMN & Danantara Pangkas Anak Usaha Telkom (TLKM) Jadi 19 Entitas
Telkom Indonesia akan memangkas anak usaha dari 67 menjadi 19 hingga 2026 untuk transformasi digital. RUPST Telkom pada 8 Juni 2026 akan menetapkan dividen.
(Bisnis.Com) 27/05/26 22:38 233676
Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) membidik pemangkasan jumlah anak usaha dari 67 menjadi 19 entitas hingga akhir 2026 demi mempercepat transformasi menuju strategic holding digital nasional.
Perkembangan peta jalan restrukturisasi dibahas dalam pertemuan antara Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dengan Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, di Wisma Danantara, awal pekan ini.
Untuk mengejar target, manajemen Telkom kini tengah mengeksekusi sejumlah aksi korporasi. Skema perampingan dilakukan melalui kombinasi langkah merger, divestasi aset, likuidasi perusahaan yang tidak produktif, konsolidasi lini bisnis sejenis, hingga pembentukan enterprise holding baru.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan langkah efisiensi portofolio yang diambil Telkom Group merupakan instrumen penting untuk merespons dinamika industri digital global yang bergerak sangat dinamis.
“Transformasi ini penting untuk memperkuat fokus bisnis dan memastikan Telkom Group bergerak lebih agile dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional,” ujar Dony dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (27/5/2026).
Selain memangkas jumlah entitas anak, agenda transformasi di bawah pengawasan BP BUMN dan Danantara juga berfokus pada akselerasi sejumlah program prioritas di sektor infrastruktur telekomunikasi nasional.
Beberapa proyek strategis yang masuk dalam daftar konsolidasi tersebut meliputi penggabungan jaringan serat optik lintas BUMN (FiberCo BUMN), ekspansi pusat data (Data Center), optimalisasi menara telekomunikasi (TowerCo), serta penguatan perusahaan infrastruktur (InfraCo).
Paralel dengan aksi tersebut, Telkom juga melakukan penataan ulang lisensi operasional di internal grup agar operasional bisnis menjadi lebih adaptif.
Dividen TLKM
Dalam perkembangan lain, Telkom Indonesia tengah bersiap menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada bulan depan guna menetapkan penggunaan laba bersih serta rencana aksi korporasi perseroan.
Berdasarkan pengumuman resmi manajemen, agenda tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026. Di samping menetapkan rasio pembayaran dividen tahun buku 2025, rapat juga akan membahas agenda penting lainnya, termasuk persetujuan atas buyback saham perseroan.
Direktur Telkom Arthur Angelo Syailendra memberikan kisi-kisi bahwa manajemen mengekspektasikan besaran dividen untuk tahun buku 2025 tidak akan jauh berbeda dengan realisasi tahun fiskal sebelumnya.
“Kami berharap dividen bisa mencapai angka yang setidaknya sama dengan dividen yang kami bayarkan untuk tahun buku 2024,” ungkap Angelo.
Sebagai catatan, pada tahun lalu TLKM memutuskan membagikan dividen jumbo dengan rasio 89% dari total laba bersih 2024. Alokasi itu setara dengan nilai total Rp21,04 triliun atau mencerminkan nilai Rp212,46 per saham. Nilai ini sekaligus menjadi rekor dividen tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Sepanjang 2025, TLKM mengantongi laba bersih sebesar Rp17,8 triliun dengan margin laba bersih berada di level 12,1%. Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi perseroan tercatat Rp22,7 triliun dengan margin sebesar 15,4%.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menjelaskan bahwa torehan laba tersebut ditopang oleh pendapatan konsolidasi perseroan yang menembus Rp146,7 triliun di sepanjang tahun 2025.
“Hal ini mencerminkan respons positif pasar terhadap eksekusi strategi transformasi Telkom, yang turut didukung oleh kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham secara konsisten melalui payout ratio sebesar 89% untuk pembayaran tahun buku 2024,” pungkas Dian.
#telkom-indonesia #anak-usaha-telkom #restrukturisasi-telkom #strategic-holding-digital #transformasi-telkom #merger-telkom #divestasi-aset-telkom #konsolidasi-bisnis-telkom #enterprise-holding-telkom #n-a