Komdigi Ungkap Rencana Rilis Frekuensi 3,5 GHz

Komdigi Ungkap Rencana Rilis Frekuensi 3,5 GHz

Komdigi berencana merilis frekuensi 3,5 GHz untuk mendukung pemerataan jaringan di Indonesia, setelah lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz selesai.

(Bisnis.Com) 28/05/26 01:20 233684

Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan rencana pelepasan pita frekuensi 3,5 GHz setelah seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Saat ini, pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz masih dalam proses lelang yang diikuti tiga operator seluler, yakni PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk., PT Telekomunikasi Selular, dan PT Indosat Tbk..

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan Indonesia menghadapi tantangan geografis yang unik dengan sekitar 17.000 pulau dan ribuan desa yang bahkan belum terjangkau jaringan 4G.

Oleh karena itu, dia mengatakan Indonesia perlu menerapkan strategi pemerataan berlapis. Strategi tersebut mencakup beberapa pilar, salah satunya pemanfaatan spektrum frekuensi radio secara berlapis.

Menurutnya, pita frekuensi rendah seperti 700 MHz dialokasikan untuk pemerataan jangkauan secara nasional hingga ke wilayah rural. Sementara itu, pita frekuensi menengah seperti 2,6 GHz digunakan untuk meningkatkan kapasitas jaringan di wilayah urban dan kota-kota besar.

“Ke depan, direncanakan juga akan dirilis pita frekuensi 3,5 GHz yang saat ini masih dalam tahap perencanaan untuk memigrasikan layanan satelit sebagai pengguna inkumben pita frekuensi tersebut,” kata Wayan kepada Bisnis, Rabu (27/5/2026).

Selain itu, Wayan mengatakan pita frekuensi tinggi seperti 26 GHz direncanakan untuk mengakomodasi lalu lintas data yang terkonsentrasi di area sangat padat (densehotspot) serta kebutuhan korporasi.

Dia juga menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur hulu (upstream). Menurutnya, jaringan 5G yang andal perlu didukung fondasi jaringan fiber optik yang memadai. Namun, untuk daerah dengan kondisi geografis ekstrem, di mana pembangunan jaringan fiber optik tidak memungkinkan atau membutuhkan biaya terlalu tinggi, konektivitas dapat dikombinasikan dengan jaringan berbasis satelit.

Dengan perkembangan teknologi saat ini, lanjutnya, satelit juga memiliki potensi untuk memberikan konektivitas langsung ke perangkat pengguna seperti smartphone melalui teknologi Non-Terrestrial Network Direct to Device (NTN D2D).

Wayan menjelaskan teknologi NTN D2D berfungsi sebagai pelengkap jaringan terestrial, khususnya untuk kebutuhan di wilayah blank spot, area terdampak bencana, dan wilayah perairan.

Selanjutnya, dia menilai pengembangan 5G juga membutuhkan dukungan insentif regulasi dan efisiensi jaringan. Menurutnya, penggelaran 5G memerlukan biaya belanja modal (capital expenditure/CAPEX) yang cukup tinggi, sehingga perlu didukung insentif regulasi guna menciptakan efisiensi jaringan maupun biaya penggelaran, terutama di wilayah nonkomersial.

Wayan mengatakan target jangka panjang pengembangan infrastruktur digital Indonesia telah dirancang secara komprehensif melalui dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan cetak biru Visi Indonesia Digital (VID) 2045. Tujuan akhirnya adalah menjadikan infrastruktur digital sebagai mesin utama pertumbuhan (engine of growth) untuk membawa Indonesia keluar dari middle-income trap dan bertransformasi menjadi negara maju pada 2045 atau Indonesia Emas.

Menurutnya, target jangka panjang pengembangan infrastruktur digital Indonesia mengedepankan tiga prinsip utama, yakni inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup seluruh masyarakat Indonesia sekaligus tetap dapat dinikmati generasi mendatang.

“Untuk mewujudkan target pengembangan infrastruktur digital, kolaborasi dan orkestrasi baik dari unsur Pemerintah, Industri maupun stakeholder terkait berperan penting untuk mengoperasionalisasi arah kebijakan dan strategi perkuatan dan pemerataan infrastruktur jaringan telekomunikasi,” kata Wayan.

#frekuensi-3 #5-ghz #komdigi-rilis-frekuensi #seleksi-frekuensi-700-mhz #seleksi-frekuensi-2 #6-ghz #infrastruktur-digital-indonesia #jaringan-5g-indonesia #spektrum-frekuensi-radio #pemerataan-jaringan

https://teknologi.bisnis.com/read/20260528/101/1976768/komdigi-ungkap-rencana-rilis-frekuensi-35-ghz