ICX 2026 Surabaya Jadi Panggung Besar Specialty Coffee dan UMKM Lokal
ICX 2026 Surabaya menghadirkan aroma kopi, kreativitas anak muda, UMKM lokal hingga peluang bisnis industri kopi nasional.
(Kompas.com) 29/05/26 18:38 235219
SURABAYA, KOMPAS.com - Kopi hari ini bukan hanya tentang rasa. Di dalamnya ada cerita tentang petani, anak muda, kreativitas, komunitas, hingga peluang usaha yang terus berkembang.
Dari aroma kopi yang memenuhi ruangan, percakapan hangat antar komunitas, hingga mimpi membawa kopi Indonesia mendunia, semuanya bertemu di satu tempat yang sama.
Apalagi saat memasuki area Grand City Convention Hall Surabaya, mulai 29-31 Mei 2026. Bunyi mesin espresso, seduhan manual brew, hingga percakapan hangat antar pegiat kopi menjadi suasana yang menyambut ribuan pengunjung.
Dalam gelaran Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026, pameran industri kopi yang pertama kali digelar dan diikuti sebanyak 75 peserta dengan target transaksi mencapai Rp3 miliar.
Mengusung tema Brewing Business, Shaping Lifestyle and Coffee Excellence, pameran ini tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga ruang bertemunya pelaku usaha, komunitas, hingga pecinta kopi dari berbagai daerah.
Untuk itu Surabaya dipilih sebagai kota pembuka roadshow nasional karena perkembangan ekosistem kopinya dinilai sangat pesat.
“Antusiasme masyarakatnya yang luar biasa terhadap industri kreatif. Melalui ICX, kami ingin menciptakan ruang di mana budaya kopi dapat bertemu dengan berbagai gaya hidup modern," tutur Direktur Dyandra Promosindo, Michael Bayu Sumarijanto.
Kami optimis kehadiran pameran ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi pengunjung, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi bagi para pelaku usaha di industri kopi dan komunitas kreatif lainnya,” imbuhnya.
Ruang untuk UMKM dan Coffee Shop Lokal
Berbeda dengan pameran kopi pada umumnya, ICX 2026 lebih banyak menghadirkan specialty coffee, pelaku UMKM lokal dan sekitar 70 persen peserta berasal dari Jawa Timur.
Tidak hanya menampilkan produk kopi, berbagai aktivitas interaktif juga disiapkan untuk pengunjung. Mulai dari diskusi coffee series, Coffee Trail Challenge, Coffee Frame Challenge, hingga lucky draw dengan hadiah jutaan rupiah.
KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Salah satu peserta Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026, pameran kopi yang pertama kali digelar dan diikuti sebanyak 75 peserta dengan target transaksi mencapai Rp3 miliar yang berlangsung di Grand City Convention Hall Surabaya, mulai 29-31 Mei 2026.Suasana festival pun terasa semakin hidup. Pengunjung tidak hanya datang untuk membeli kopi, tetapi juga menikmati pengalaman, budaya, hingga jejaring komunitas yang tumbuh di dalamnya.
Apalagi fenomena budaya ngopi di Indonesia memang berkembang sangat cepat. Kopi kini bukan sekadar minuman pengusir kantuk, melainkan bagian dari identitas gaya hidup masyarakat perkotaan.
Pengunjung datang bukan hanya untuk menikmati seduhan kopi, tetapi juga berburu pengalaman baru, bertemu komunitas, hingga mengenal perjalanan kopi dari hulu sampai hilir.
Dimana ICX 2026 juga menghadirkan kolaborasi menarik bersama Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026.
Kolaborasi ini mempertemukan dua komunitas besar yang ternyata memiliki irisan gaya hidup yang cukup dekat, yakni pecinta otomotif dan penikmat kopi.
“Kami berharap ada kolaborasi pengunjung. Biasanya pecinta otomotif dan penikmat kopi punya irisan gaya hidup yang tidak jauh berbeda,” kata Michael Bayu Sumarijanto.
Sebab berbagai aktivitas kreatif pun dihadirkan untuk memperkuat pengalaman pengunjung selama berada di area pameran.
Mulai dari kompetisi manual brew, tantangan komunitas, hingga ruang interaksi antarpelaku industri menjadi bagian yang membuat ICX terasa lebih hangat dan personal.
KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pembukaan gelaran Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026, pameran kopi yang pertama kali digelar dan diikuti sebanyak 75 peserta dengan target transaksi mencapai Rp3 miliar yang berlangsung di Grand City Convention Hall Surabaya, mulai 29-31 Mei 2026.Jawa Timur dan Besarnya Potensi Kopi Lokal untuk Peluang Bisnis Masa Kini
Kini di balik secangkir kopi yang dinikmati pengunjung, ada rantai panjang yang melibatkan petani, pelaku UMKM, hingga industri kreatif.
Hal itu juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menilai ICX menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem kopi.
“Produksi kopi Jawa Timur tahun 2025 bisa mencapai 78,8 ribu ton. Kalau melihat perkembangan kafe dan kedai kopi hingga desa-desa, konsumsi kopi juga terus meningkat,” ujar Plt Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur, Heru Suseno.
Menurutnya, kopi Jawa Timur memiliki karakteristik khas yang mulai dikenal luas, terutama kopi arabika dari kawasan Ijen dan Raung di Situbondo, Bondowoso, hingga Banyuwangi.
Karena itu, ia mendorong penguatan identitas kopi daerah melalui program communal branding dengan nama Kopi Jawa Timur.
"Kami berkepentingan terhadap perkembangan kopi Jawa Timur karena di sisi hulu ada petani yang harus terhubung dengan pasar. Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat ekosistem kopi," sambungnya.
Untuk itu besarnya perkembangan budaya kopi juga dilihat sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Dimana industri kopi kini menjadi salah satu sektor UMKM dengan pertumbuhan yang sangat cepat.
"Kopi sekarang sudah menjadi bagian dari lifestyle anak muda. Sebagai bank, kami melihat sektor horeca dan coffee business punya prospek pertumbuhan yang sangat baik," ujar pria yang biasa disapa Setiyo.
Menurut Setiyo, budaya kopi di Indonesia masih memiliki potensi besar untuk berkembang dan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami melihat budaya kopi di Indonesia masih memiliki potensi sangat tinggi dan industri ini dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang