BGN Kejar Target 30.000 Dapur MBG, Kini Sudah Terverifikasi 29.400

BGN Kejar Target 30.000 Dapur MBG, Kini Sudah Terverifikasi 29.400

BGN mencatat 29.400 dapur MBG telah lolos verifikasi. Sebanyak 27.900 dapur kini sudah beroperasi di seluruh Indonesia.

(Kompas.com) 31/05/26 12:02 236076

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan jumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah lolos verifikasi secara nasional mencapai 29.400 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27.900 dapur sudah beroperasi untuk melayani penerima manfaat program MBG.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya mengatakan, jumlah dapur yang telah terverifikasi tersebut mendekati kebutuhan nasional yang ditargetkan mencapai 30.000 lokasi.

"Sekarang, yang terverifikasi secara nasional ada 29.400 dapur dan yang sudah operasional 27.900 dapur," ujar Sony dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), Mataram, Jumat (29/5/2026), dikutip dari Antara.

Menurut dia, jumlah dapur yang telah lolos verifikasi tersebut telah memenuhi sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional program MBG.

Meski demikian, BGN masih menunggu proses validasi data riil untuk sejumlah wilayah, terutama daerah-daerah terpencil.

"Sisanya, kita menunggu hasil validasi data riil, terutama untuk daerah terpencil," kata Sony.

Kebutuhan penerima manfaat capai 82,9 juta orang

Sony menjelaskan, kebutuhan nasional program MBG saat ini mencakup 82,9 juta penerima manfaat.

Kelompok penerima manfaat tidak hanya terdiri dari peserta didik, tetapi juga mencakup ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, hingga tenaga pendidik.

"Jadi, yang kita utamakan itu adalah ibu hamil, menyusui, anak balita, peserta didik, dan tenaga pendidik," ujarnya.

Program MBG menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan dan peserta didik.

Efisiensi anggaran tidak ubah porsi MBG

Sony mengatakan, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah turut berdampak pada operasional BGN. Namun, penyesuaian tersebut dilakukan melalui pemangkasan sejumlah kegiatan tanpa mengurangi kualitas layanan MBG.

"Jadi, BGN menyambut kebijakan pemerintah ini tanpa mengurangi kualitas (MBG). Tetap Rp 15 ribu untuk porsi besar dan Rp 13 ribu untuk porsi kecil," kata dia.

Porsi besar dengan anggaran Rp 15.000 diberikan kepada peserta didik mulai kelas IV sekolah dasar, ibu hamil, ibu menyusui, dan tenaga pendidik.

Sementara itu, porsi kecil dengan anggaran Rp 13.000 diberikan kepada balita hingga peserta didik kelas III sekolah dasar.

Menurut Sony, besaran anggaran tersebut mencakup biaya operasional, insentif, serta pengadaan bahan baku makanan.

"Itu terdiri dari uang operasional, insentif, dan bahan baku," ujarnya.

Ribuan SPPG dievaluasi

Di tengah perluasan jaringan dapur MBG, BGN sebelumnya menghentikan sementara operasional 1.152 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena belum memenuhi standar pelaksanaan program.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, langkah tersebut diambil untuk memastikan kualitas layanan dan keamanan pangan tetap terjaga.

"Tidak ada kompromi terhadap standar kualitas Program MBG. Seluruh SPPG wajib memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan agar layanan yang diberikan benar-benar aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat," kata Dadan dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).

BGN mencatat, sejak awal 2025 terdapat 4.581 SPPG yang sempat dihentikan sementara untuk menjalani evaluasi dan perbaikan standar layanan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.429 SPPG telah kembali beroperasi setelah menyelesaikan pembenahan, sedangkan 1.152 SPPG lainnya masih menjalani proses perbaikan.

Menurut Dadan, sejumlah SPPG mendapat surat peringatan karena infrastruktur belum memenuhi standar, belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

BGN menegaskan SPPG yang telah memenuhi seluruh persyaratan akan diizinkan kembali beroperasi.

"Kami ingin memastikan kualitas program terus meningkat dari waktu ke waktu," ujar Dadan.

Sebagian SPPG yang saat ini masih dalam proses perbaikan merupakan mitra yang telah terlibat sejak tahap awal pelaksanaan program MBG.

Karena itu, pemerintah tetap memberikan kesempatan kepada para mitra tersebut untuk kembali beroperasi setelah seluruh standar yang ditetapkan terpenuhi.

"Kami menghargai kontribusi para mitra SPPG sejak awal program berjalan. Karena itu, proses pembinaan dan perbaikan dilakukan agar mereka dapat kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik dan sesuai standar nasional," kata Dadan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#badan-gizi-nasional #makan-bergizi-gratis #dapur-mbg #dapur-sppg #dadan-hidayana #sony-sonjaya

https://money.kompas.com/read/2026/05/31/120232726/bgn-kejar-target-30000-dapur-mbg-kini-sudah-terverifikasi-29400