Google Luncurkan Fitur Deteksi Panggilan Palsu untuk Tangkal Penipuan Deepfake AI

Google Luncurkan Fitur Deteksi Panggilan Palsu untuk Tangkal Penipuan Deepfake AI

Google meluncurkan fitur deteksi panggilan palsu di Android untuk cegah penipuan deepfake AI, tersedia global bulan ini, mulai dari perangkat Pixel.

(Bisnis.Com) 03/06/26 15:11 238846

Bisnis.com, JAKARTA — Google meluncurkan fitur baru bernamafake call detectionatau deteksi panggilan palsu pada perangkat Android untuk melindungi pengguna dari penipuan yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan teknologideepfakesuara.

Mengutip TechCrunch pada Rabu (3/6/2026), fitur tersebut akan tersedia secara global bulan ini melalui aplikasi Phone by Google untuk perangkat Android 12 ke atas. Peluncuran perdana akan dilakukan pada perangkat Pixel.

Google menjelaskan fitur tersebut bekerja dengan sistem verifikasi otomatis antarperangkat. Saat seseorang yang tersimpan dalam kontak menelepon dan kedua pihak sama-sama menggunakan aplikasi Phone by Google, perangkat penelepon akan mengirimkan sinyal konfirmasi secara diam-diam untuk memastikan panggilan benar-benar berasal dari perangkat milik kontak tersebut.

“Jika seorang penipu mencoba menyamar sebagai kontak tepercaya Anda, sinyal konfirmasi awal tersebut tidak akan ada,” tulis Google.

Apabila sinyal verifikasi tidak ditemukan, perangkat penerima akan melakukan pengecekan ulang ke perangkat asli milik kontak yang bersangkutan.

“Jika perangkat aslinya menyatakan, ‘Saya tidak sedang melakukan panggilan saat ini,’ Anda akan menerima peringatan di layar yang menyarankan untuk segera mengakhiri panggilan,” lanjut perusahaan itu.

Google menyebut fitur deteksi panggilan palsu akan aktif secara otomatis dan berjalan di latar belakang tanpa memerlukan pengaturan tambahan dari pengguna.

Menurut Google, perkembangan teknologi AI generatif membuat pelaku kejahatan semakin mudah meniru suara orang lain, mulai dari anggota keluarga, atasan, hingga pejabat tertentu. Kemampuan tersebut kerap dimanfaatkan untuk melakukan penipuan dengan menghubungi korban menggunakan identitas yang tampak meyakinkan.

Google menjelaskan teknologi ini dibangun di atas standar Rich Communication Services (RCS). Dengan demikian, teknologi serupa berpotensi diadopsi oleh aplikasi maupun perusahaan lain pada masa mendatang.

Selain memperkenalkan fitur keamanan tersebut, Google juga mengumumkan sejumlah pembaruan lain untuk ekosistem Android.

Salah satunya adalah fitur baru di Google Photos yang memungkinkan pengguna mencoba pakaian secara virtual. Fitur bernamaWardrobeitu dapat mengenali pakaian yang muncul dalam koleksi foto pengguna dan mengubahnya menjadi katalog yang dapat ditelusuri melalui ponsel.

Fitur tersebut dijadwalkan mulai tersedia pekan depan bagi pengguna yang memenuhi syarat di Amerika Serikat, India, dan Brasil dengan perangkat Android 10 ke atas.

Sementara itu, Google Play Books menghadirkan fiturCatch Me Upyang memungkinkan pengguna memperoleh ringkasan cerita sebelum melanjutkan membaca buku. Pengguna juga dapat menyorot bagian tertentu dari buku untuk mengajukan pertanyaan terkait isi bacaan tersebut. Fitur ini mulai diluncurkan untuk sejumlah judul berbahasa Inggris.

Google juga meningkatkan kemampuan fitur Circle to Search. Jika sebelumnya pengguna harus mencari setiap item pakaian secara terpisah, kini fitur tersebut dapat mengenali dan mencari seluruh item dalam satu set pakaian sekaligus.

Pembaruan Circle to Search tersebut telah tersedia pada perangkat Android 14 ke atas yang mendukung fitur tersebut.

#fake-call-detection #deteksi-panggilan-palsu #penipuan-deepfake-ai #google-android-fitur #phone-by-google #verifikasi-otomatis-panggilan #sinyal-konfirmasi-panggilan #keamanan-panggilan-android #tekno

https://teknologi.bisnis.com/read/20260603/101/1978103/google-luncurkan-fitur-deteksi-panggilan-palsu-untuk-tangkal-penipuan-deepfake-ai