Ikuti Jejak Honda, Ini Alasan Toyota Mendadak Bunuh Mobil Listrik Terbaiknya Lexus LF-ZC?
Toyota akhirnya menarik rem darurat. Proyek raksasa itu dihentikan. Namanya: Lexus LF-ZC. Ia adalah sedan mewah yang seharusnya menjadi ujung tombak masa depan... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 06/06/26 10:35 241905
JEPANG - Toyota akhirnya menarik rem darurat. Proyek raksasa itu dihentikan. Namanya: Lexus LF-ZC. Ia adalah sedan mewah yang seharusnya menjadi ujung tombak masa depan mobil listrik Lexus. Ia dibunuh sebelum sempat masuk ke ruang pamer.LF-ZC adalah singkatan dari Lexus Future Zero-emission Catalyst. Dari namanya saja sudah ketahuan: ia adalah "katalis". Ia dirancang untuk memulai babak baru keluarga kendaraan listrik Lexus.
Pertama kali dipamerkan pada ajang Japan Mobility Show tahun 2023, LF-ZC tampil sebagai sedan yang sangat aerodinamis. Saat itu, ia tampil bersama konsep crossover LF-ZL.
LF-ZC tidak dibangun dari sasis mobil lama. Ia memakai arsitektur khusus yang benar-benar didedikasikan untuk masa depan kendaraan listrik. Rencananya, LF-ZC akan resmi meluncur tahun ini. Tapi batal.
Kenapa proyek sebesar ini disuntik mati?
Toyota memberi konfirmasi resmi pada 31 Mei lalu. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan fluktuasi permintaan pasar. Juga menimbang beban kerja dalam perencanaan dan produksi kendaraan.
Pasar EV global memang sedang bergejolak. Permintaan anjlok. Penjualan mobil turun selama delapan bulan berturut-turut. Pabrikan lain seperti Honda dan GM juga merasakan pukulan keras yang sama.
Maka, evaluasi besar-besaran dilakukan. Mengembangkan arsitektur EV khusus butuh uang sangat besar. Butuh kapasitas manufaktur raksasa.
Batalnya LF-ZC membuat ambisi besar Lexus dipertanyakan. Target mereka sangat agresif: menjual 1 juta EV setiap tahun pada tahun 2030. Lalu, target menjadi merek yang hanya menjual mobil listrik secara eksklusif mulai 2035.
Tanpa LF-ZC sebagai batu loncatan pertama, bagaimana target 1 juta unit itu bisa tercapai? Toyota memang belum mengubah target angka tersebut. Tapi, kehilangan proyek andalan di menit-menit akhir jelas mengubah peta jalan mereka.
Padahal, LF-ZC disiapkan sebagai etalase teknologi masa depan. Ia akan memamerkan metode produksi gigacasting. Yakni, proses manufaktur yang sangat otomatis untuk merampingkan produksi, mengurangi kerumitan, dan meningkatkan efisiensi pabrik.
Kini, semua teknologi mutakhir itu batal pamer di LF-ZC. Sedan masa depan itu hanya akan menjadi kenangan yang berakhir sebagai mobil konsep.
Peristiwa ini memberi satu pelajaran penting. Perusahaan otomotif harus membuat keputusan produk bertahun-tahun sebelum mobil sampai ke tangan konsumen. Mereka bertaruh pada prakiraan dan peta jalan teknologi.
Ketika pasar berbalik arah, pabrikan raksasa sekelas Toyota pun harus berani membuang rencana matangnya. Rencana yang dibuat bertahun-tahun lalu harus dievaluasi ulang.
Kini, fokus Lexus bukan lagi soal seberapa canggih LF-ZC. Fokus mereka bergeser: apa langkah selanjutnya untuk mencapai target raksasa tanpa mobil yang seharusnya memimpin misi tersebut?
(dan)