IHSG Dibuka Menguat 1,53%, Saham Big Caps TLKM-BREN Tancap Gas

IHSG Dibuka Menguat 1,53%, Saham Big Caps TLKM-BREN Tancap Gas

IHSG naik 1,53% ke 5.432,97 didorong saham TLKM, DSSA, dan BREN. Potensi uji resistance di 5.500, waspadai risiko makro.

(Bisnis.Com) 09/06/26 09:15 244292

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke 5.432,97 pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Kenaikan ini seturut dengan penguatan saham big caps, antara lain TLKM, DSSA, dan BREN.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 1,53% atau 81,83 poin ke 5.432,97 hingga pukul 09.01 WIB. Pada awal perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level terendah 5.344,68 dan sempat ke posisi 5.424,83.

Tercatat, sebanyak 314 saham menguat, lalu 159 saham terkoreksi, dan 206 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp9.554,09 triliun.

Sejumlah saham big caps yang mencatat kenaikan tertinggi, di antaranya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 9,36% ke Rp2.570, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menguat 3,36% menjadi Rp615, dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) tumbuh 2,79% ke Rp3.690.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) juga terapresiasi 2,75%, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar 2,54%, sedangkan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) bertumbuh 1,99%.

Pada perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan memiliki peluang untuk menguji level resistance psikologis di rentang 5.400 sampai dengan 5.500.

Sebelumnya, IHSG parkir di zona merah setelah melemah tajam 4,52% dan ditutup di level 5.342,13. Kejatuhan indeks tersebut turut diiringi oleh aksi jual bersih oleh investor non-residen yang mencapai sekitar Rp587 miliar.

Berdasarkan data statistik otoritas bursa, sejumlah saham berkapitalisasi pasar jumbo dan komoditas menjadi sasaran utama pelepasan portofolio oleh asing, dipimpin oleh BBCA, BBRI, TLKM, ANTM, dan AMMN.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyampaikan bahwa secara teknikal pergerakan indeks hari ini bakal mencoba menguji kekuatan di area resistansi terdekat. Meski demikian, pasar masih harus mewaspadai risiko tekanan makro yang belum sepenuhnya mereda.

“IHSG hari ini berpotensi tes resistance di level 5.500. Namun, jika gagal menembus batas tersebut, masih terbuka peluang bagi indeks untuk terus melanjutkan koreksi sepanjang nilai tukar rupiah bergerak terus melemah,” ungkap Fanny dalam publikasi riset harian, Selasa (9/6/2026).

Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas memetakan area batas bawah IHSG akan berada di rentang 5.000–5.150, sedangkan batas atas di level 5.400–5.500.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#ihsg-menguat #saham-tlkm #saham-bren #saham-dssa #kapitalisasi-pasar #saham-big-caps #ihsg-resistance #ihsg-support #saham-asii #saham-ammn #saham-bbni #ihsg-hari-ini #pergerakan-ihsg #analisis-saham #n-a

https://market.bisnis.com/read/20260609/7/1979489/ihsg-dibuka-menguat-153-saham-big-caps-tlkm-bren-tancap-gas