Aftech: Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% ke UMKM
Penyaluran pinjaman daring (pindar) atau pinjol telah melampaui Rp1.388 triliun dengan lebih dari 169 juta borrower aktif yang terlayani.
(Bisnis.Com) 10/06/26 09:55 245646
Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menyebut industri pinjaman daring (pindar) telah menyalurkan pembiayaan secara kumulatif lebih dari Rp1.388 triliun. Dari total penyaluran tersebut, sekitar 38% hingga 40% disalurkan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia Firlie Ganinduto mengatakan industri pindar tidak hanya berperan sebagai penyalur pinjaman, tetapi juga menjadi pintu masuk inklusi keuangan bagi masyarakat yang sebelumnya belum terjangkau layanan perbankan.
Data industri menunjukkan total akumulasi penyaluran pinjaman telah melampaui Rp1.388 triliun dengan lebih dari 169 juta borrower aktif yang terlayani. Selain itu, lebih dari 90% peminjam tercatat melakukan pembayaran tepat waktu sesuai perjanjian.
“Pindar adalah jembatan bagi jutaan orang yang selama ini tidak punya rekam jejak perbankan dan kini bisa mendapatkan modal untuk tumbuh,” ujar Firlie dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, banyak peminjam memanfaatkan pendanaan untuk menambah stok dagangan, memenuhi kebutuhan pendidikan, hingga menjaga kelancaran arus kas usaha sebelum akhirnya mampu melunasi pinjaman tanpa kendala.
Firlie menambahkan AFTECH terus memastikan seluruh penyelenggara pindar yang menjadi anggotanya menjalankan tata kelola yang ketat, transparan terkait biaya dan bunga, serta memiliki mekanisme perlindungan konsumen yang terstandarisasi.
“Kepercayaan adalah satu-satunya fondasi yang membuat industri ini bisa terus tumbuh dan relevan. AFTECH tidak hanya hadir sebagai asosiasi administratif, tetapi juga menjadi mitra aktif bagi setiap anggota dalam membangun kepercayaan kepada pengguna, regulator, dan masyarakat luas,” katanya.
Di tingkat platform, sejumlah pelaku industri menilai akses pembiayaan digital telah membantu pelaku UMKM berkembang dan masuk ke ekosistem keuangan formal.
Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo mengatakan pihaknya melihat banyak peminjam yang awalnya mengakses pinjaman untuk modal usaha kecil, kemudian mampu memperluas skala bisnisnya.
“Yang kami lihat adalah bagaimana seorang borrower yang pertama kali meminjam untuk stok dagangan kecil, dua tahun kemudian sudah punya beberapa karyawan dan mulai masuk ke ekosistem perbankan formal. Pindar bukan titik akhir perjalanan keuangan mereka, kami adalah titik masuknya,” ujar Nucky.
Senada, Direktur PT Sahabat Mikro Fintek Yonathan Gautama menyebut dampak pembiayaan produktif tidak hanya dirasakan oleh penerima pinjaman, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian lokal.
“Ada sesuatu yang sangat kuat yang terjadi ketika seseorang yang tidak pernah dianggap layak oleh sistem keuangan formal, untuk pertama kalinya mendapatkan kepercayaan berupa modal,” katanya.
Menurut Yonathan, pembiayaan produktif turut mendorong penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan pemasok lokal, serta peningkatan aktivitas ekonomi di tingkat komunitas, terutama di daerah luar Pulau Jawa.
Saat ini, AFTECH menaungi sembilan penyelenggara pindar aktif, yakni Easycash, PT Sahabat Mikro Fintek, AdaKami, Amartha, Julo, Indosaku, PinjamDuit, LumbungDana, dan Danai.
AFTECH juga mendorong para anggotanya untuk mempublikasikan data dampak secara berkala, termasuk tingkat pengembalian pinjaman (repayment rate), jumlah UMKM yang didanai, hingga hasil audit penagihan sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi industri.