Telkom (TLKM) Proyeksi Segmen B2B ICT Tumbuh Positif Kuartal II/2026
Telkom proyeksikan pertumbuhan positif segmen B2B ICT kuartal II/2026, didorong permintaan cloud dan AI meski tantangan ekonomi global.
(Bisnis.Com) 22/06/26 09:05 255829
Bisnis.com, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) memproyeksikan pendapatan dari segmen business-to-business (B2B) solusi information and communication technology (ICT) tetap tumbuh pada kuartal II/2026, didorong tingginya permintaan layanan komputasi awan (cloud) dan kecerdasan buatan (AI).
Emiten telekomunikasi pelat merah ini menilai fundamental yang kuat mampu menangkal dampak kondisi fluktuasi global serta efisiensi klien korporasi terhadap jalannya bisnis perusahaan.
SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom Ahmad Reza menjelaskan bisnis solusi IT pada kuartal II/2026 sebenarnya masih menghadapi tantangan akibat kondisi ekonomi. Situasi tersebut membuat sebagian perusahaan bersikap lebih selektif dalam berinvestasi. Kendati demikian, kebutuhan transformasi digital di ceruk pasar korporasi dinilai tetap kuat, terutama pada area AI, cybersecurity, dan cloud.
“Permintaan terhadap solusi digital masih menunjukkan tren yang positif dan peluang pertumbuhan tetap terbuka bagi Telkom dalam mendukung kebutuhan digitalisasi pelanggan enterprise.,” ujar Ahmad Reza kepada Bisnis, Senin (22/6/2026).
Reza melihat ruang pertumbuhan yang masih sangat potensial berada pada bisnis Digital Infrastructure dan B2B ICT.
Pada pilar Digital Infrastructure, peluang pertumbuhan dipicu oleh meningkatnya kebutuhan data center, fiber connectivity, menara telekomunikasi (tower), serta subsea connectivity seiring dengan lonjakan adopsi AI, cloud, dan lalu lintas data (data traffic).
Sementara itu, pada segmen B2B ICT, permintaan solusi cloud, cybersecurity, managed services, serta platform digital dari sektor korporasi dan institusi masih menunjukkan prospek positif. Di luar segmen korporasi, bisnis business-to-consumer (B2C) juga tetap menjadi area pertumbuhan melalui penguatan layanan Fixed Mobile Convergence (FMC) dan peningkatan pengalaman pelanggan.
Ahmad Reza menambahkan proyeksi kinerja pada periode April–Juni tahun ini dipasang pada teritori positif jika disandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu. Ekspektasi ini ditopang oleh keberlanjutan agenda transformasi digital di berbagai sektor industri.
“Proyeksi bisnis solusi enterprise pada kuartal II 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu diperkirakan tetap menunjukkan tren pertumbuhan yang positif,” imbuhnya.
Optimisme ini menjadi sinyal pemulihan setelah performa segmen B2B ICT Telkom sempat melandai pada awal tahun. Sebagai catatan, Telkom membukukan pendapatan dari segmen B2B ICT sebesar Rp3,1 triliun atau terkoreksi 17% pada kuartal I/2026.
Realisasi pada tiga bulan pertama tersebut tercatat melandai akibat langkah restrukturisasi portofolio produk serta strategi pendekatan bisnis yang lebih disiplin dan selektif dalam menjalin kerja sama baru. Langkah strategis tersebut diambil oleh manajemen Telkom guna mengejar margin keuntungan yang lebih sehat dan meningkatkan daya saing pasar dalam jangka panjang.
Melihat perkembangan pasar saat ini, Telkom optimistis kebutuhan digitalisasi yang terus meningkat dari para pelaku industri akan menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan.
#telkom-b2b #tlkm-ict #b2b-ict #telkom-cloud #telkom-ai #digital-infrastructure #data-center-demand #fiber-connectivity #telkom-cybersecurity #managed-services #platform-digital #fixed-mobile-convergen