Easycash Salurkan Pinjaman Rp 96,67 T, Perkuat Tata Kelola Perusahaan

Easycash Salurkan Pinjaman Rp 96,67 T, Perkuat Tata Kelola Perusahaan

Akses terhadap layanan keuangan formal masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Indonesia.

(Kompas.com) 22/06/26 15:32 256328

JAKARTA, KOMPAS.com – Akses terhadap layanan keuangan formal masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Indonesia.

Di tengah kebutuhan pendanaan yang terus meningkat, masih terdapat kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam sistem keuangan formal sehingga memiliki keterbatasan dalam memperoleh akses kredit.

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas inklusi keuangan guna mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

PIXABAY/FIRMBEE Ilustrasi pinjaman online atau pinjol, pinjaman daring.

Merujuk pada Whitepaper Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama Mandala Consulting berjudul Mendorong Perluasan Akses Kredit melalui Kolaborasi Bertanggung Jawab antara Bank dan Pindar, akses terhadap layanan keuangan formal masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Indonesia.

Data Bank Dunia menunjukkan terdapat sekitar 48 persen penduduk dewasa Indonesia yang masih berada dalam kategori underbanked.

Sementara itu, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat inklusi keuangan perbankan baru mencapai sekitar 70 persen pada 2025.

Artinya, masih terdapat sekitar 30 persen masyarakat dewasa Indonesia yang belum terlayani secara optimal oleh layanan keuangan formal atau financially excluded.

Direktur Utama PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash), Nucky Poedjiardjo mengatakan, perluasan akses keuangan yang inklusif akan menjadi salah satu fokus utama perusahaan.

Menurut dia, kehadiran layanan keuangan digital, termasuk pinjaman daring (pindar), dapat menjadi salah satu solusi untuk menjembatani kesenjangan akses kredit sekaligus mendukung agenda percepatan inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

SHUTTERSTOCK/KASPARS GRINVALDS Ilustrasi fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol). Pinjol berganti nama menjadi pindar. Pinjaman daring (pindar). Pinjaman daring resmi OJK September 2025.

Nucky menyebut, di tengah masih besarnya kebutuhan akses kredit, perluasan akses pendanaan harus berjalan beriringan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

"Oleh karena itu, Easycash berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen sebagai fondasi dalam menghadirkan akses pendanaan yang luas bagi masyarakat,” kata Nucky dalam siaran pers RUPST EasyCash, ditulis pada Senin (22/6/2026).

Penyaluran pendanaan terus bertumbuh

Fokus perusahaan dalam memperluas akses pendanaan tercermin dari penyaluran pembiayaan yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun.

Sejak didirikan pada 2017, Easycash sebagai platform pinjaman daring atau pindar yang berizin dan diawasi oleh OJK telah menyalurkan pendanaan kepada lebih dari 10 juta penerima dana (borrower).

Adapun total nilai akumulasi pinjaman yang telah disalurkan mencapai Rp 96,67 triliun.

Perusahaan menyebutkan, perluasan akses pendanaan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan formal, termasuk kelompok unbanked dan underbanked.

Perkuat tata kelola dan manajemen risiko

Sejalan dengan upaya memperluas akses pendanaan kepada masyarakat, Easycash juga terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik sebagai landasan utama dalam menjalankan operasional perusahaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan fungsi pengawasan, penerapan manajemen risiko dan sistem pengendalian internal, penguatan fungsi kepatuhan, audit internal dan eksternal, serta peningkatan transparansi dalam pengelolaan perusahaan.

Langkah tersebut dilakukan sejalan dengan implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 40 Tahun 2024.

FREEPIK/VECTORJUICE Ilustrasi pinjaman online, pinjol, pinjaman daring.

Nucky mengungkapkan, penerapan tata kelola yang baik tidak hanya bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga untuk membangun perusahaan yang sehat, dapat diandalkan dalam memperluas akses kredit masyarakat, serta mampu memberikan perlindungan bagi konsumen.

"Kami meyakini bahwa tata kelola yang kuat akan memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan, sekaligus menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan,” tutur Nucky.

Ke depan, Easycash akan terus berfokus pada perluasan akses pendanaan bagi masyarakat, khususnya segmen unbanked dan underbanked.

Di saat yang sama, perusahaan juga berkomitmen mendorong peningkatan literasi keuangan agar masyarakat semakin bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan layanan keuangan digital melalui berbagai program edukasi, seperti MOJANG (Modul Bijak Keuangan) dan platform edukasi ChatPindar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#inklusi-keuangan #layanan-keuangan #akses-kredit #easycash #pinjaman-daring

https://money.kompas.com/read/2026/06/22/153200026/easycash-salurkan-pinjaman-rp-96-67-t-perkuat-tata-kelola-perusahaan