Bos Damri Curhat Rencana Ekspansi ke Arab Saudi Terbentur Kendala Ini

Bos Damri Curhat Rencana Ekspansi ke Arab Saudi Terbentur Kendala Ini

Damri berencana ekspansi ke Arab Saudi untuk layanan transportasi haji dan umrah, namun terkendala setoran modal awal yang diwajibkan pemerintah setempat.

(Bisnis.Com) 24/06/26 18:55 258816

Bisnis.com, JAKARTA — Perum Damri membuka peluang untuk ekspansi ke Arab Saudi dengan mengoperasikan layanan transportasi darat, termasuk untuk mendukung mobilitas jemaah haji dan umrah. Namun, rencana tersebut masih terkendala persyaratan setoran modal awal yang diwajibkan pemerintah Arab Saudi.

Direktur Utama Perum Damri Setia N. Milatia Moemin mengatakan perseroan telah memulai proses perizinan untuk beroperasi di Arab Saudi dan intensif berkomunikasi dengan otoritas transportasi setempat.

“Saya mau menanggap sedikit atas arahan Pak Ketua [Wakil Ketua Komisi VI DPR Nurdin Halid] tadi mengenai operasional di Arab Saudi. Kami sudah mulai untuk bekerja di sana, untuk berusaha bisa mendapatkan izin bekerja di sana. Kebetulan memang izinnya terbuka, kami juga sudah terus berkomunikasi dengan Naqabah di sana, Naqabah itu semacam Kementerian Perhubungan di sana,” kata Setia dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Kompleks Senayan, DPR, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Dia menjelaskan, secara administrasi seluruh persyaratan yang diminta otoritas Arab Saudi telah dipenuhi. Bahkan, Damri telah beberapa kali melakukan kunjungan ke negara tersebut untuk mematangkan rencana ekspansi. Menurutnya, apabila izin operasional berhasil diperoleh, potensi bisnis Damri di Arab Saudi justru diperkirakan lebih besar dibandingkan operasional di dalam negeri.

“Sebetulnya secara prinsip semua surat-surat sudah kami submit, kami juga sudah beberapa kali ke sana. Dan kalau misalnya kejadian kami bisa beroperasi di sana, bisa jadi skala yang di sana lebih besar daripada yang di sini,” ujarnya.

Meski demikian, Setia mengakui hambatan utama saat ini adalah kewajiban penyetoran modal awal dalam jumlah jutaan riyal yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi bagi perusahaan asing sebelum dapat beroperasi.

Problem-nya adalah ada modal yang harus disetor menurut peraturan negara Arab Saudi,” ucapnya.

Dia menuturkan, dari sisi kelayakan dan persyaratan operasional, Damri sebenarnya telah memenuhi seluruh ketentuan. Hal itu didukung oleh pengalaman perseroan yang telah melayani angkutan lintas negara, seperti ke Kuching, Sarawak, Timor Leste, hingga rencana pembukaan layanan menuju Papua Nugini.

“Jadi secara persyaratan kami sudah memenuhi semua, tetapi kami terus terang Pak, kami kesulitan untuk modal awal bekerja di sana,” terangnya.

Setia mengatakan setoran tersebut berada di luar kebutuhan modal operasional sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi perseroan. Karena itu, Damri saat ini berupaya mengumpulkan dana secara bertahap agar tetap dapat merealisasikan ekspansi tersebut.

“Karena ada sekian juta riyal yang diharuskan untuk disetor sebagai modal awal di luar modal operasional. Karena kami PMA kalau di sana,” imbuhnya.

Dia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan pembiayaan, terlebih jika pengembangan layanan transportasi Damri dapat diintegrasikan dengan rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia milik Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Lebih lanjut, menurut Setia, studi kelayakan menunjukkan prospek bisnis di Arab Saudi sangat menjanjikan. Namun, karena persoalan pendanaan belum terselesaikan, rencana ekspansi tersebut akhirnya belum dimasukkan dalam target kerja Damri tahun 2026.

“Untuk tahun 2026 rencana kerja kami, ini belum kami masukkan masalah Arab Saudi. Sebetulnya tadinya kami masukkan tapi kami keluarkan lagi karena kami khawatir kami di 2026 tidak bisa mengumpulkan modal itu,” tutupnya.

#damri #ekspansi-damri #damri-arab-saudi #transportasi-damri #layanan-damri #mobilitas-jemaah #izin-operasional-damri #kendala-ekspansi-damri #modal-awal-damri #bisnis-damri-arab-saudi #potensi-bisnis

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260624/98/1983069/bos-damri-curhat-rencana-ekspansi-ke-arab-saudi-terbentur-kendala-ini