Afiliasi UNTR Akuisisi 17,5% Saham Smelter HPAL di IMIP Senilai Rp3,03 Triliun
Nickel Industries, terafiliasi PT United Tractors Tbk (UNTR), mengakuisisi 17,5% saham proyek smelter nikel HPAL PT Teluk Metal Industry di IMIP.
(Bisnis.Com) 24/06/26 18:58 258817
Bisnis.com, JAKARTA - Nickel Industries Limited akan berinvestasi senilai US$169 juta atau sekitar Rp3,03 triliun (asumsi kurs Rp17.925 per US$) untuk mengakuisisi 17,5% kepemilikan saham di PT Teluk Metal Industry (TMI). Pembayaran akuisisi saham proyek smelter nikelhigh pressure acid leaching (HPAL) itu ditenggat pada 26 November 2026.
Nickel Industries merupakan perusahaan tambang tercatat di bursa Australia yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Shanghai Decent Investment (Group) Co., Ltd.
Nickel Industries juga terafiliasi dengan PT United Tractors Tbk (UNTR) melalui anak usahanya PT Danusa Tambang Nusantara. Danusa tercatat sebagai substantial shareholder Nickel Industries dengan kepemilikan 20,14%.
Adapun, TMI tengah dikembangkan sebagai ekspansi proyek smelter HPAL Excelsior Nickel Cobalt (ENC) di lokasi yang sama, yaitu di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, yang memproduksi mixed hydroxide precipitate (MHP) untuk rantai pasok baterai kendaraan listrik.
Kepemilikan 17,5% Nickel Industries di TMI akan berdampingan dengan kepemilikan 72,5% yang dimiliki oleh konsorsium Korea–Jepang (terdiri atas LS MnM, Hanwa, dan satu investor strategis yang tidak diungkapkan), serta kepemilikan 10% oleh perusahaan investasi berbasis Singapura, Sumber International Investment.
"Perolehan 17,5% kepemilikan di TMI merupakan langkah transformatif bagi Nickel Industries dan menjadi salah satu peluang terakhir untuk proyek HPAL dengan skala sebesar ini setelah pemerintah Indonesia memberlakukan moratorium terhadap proyek-proyek HPAL baru," ujar Managing Director Nickel Industries Justin Werner melalui pengumuman resmi, Rabu (24/6/2026).
Nickel Industries akan menerima manfaat dari jaminan konstruksi yang komprehensif, di mana total biaya akuisisi Nickel Industries tidak akan melebihi US$169 juta dan kapasitas produksi desain TMI dijamin tercapai paling lambat pada September 2027 (construction guarantee). Hal ini kembali memberikan kepastian terkait biaya, jadwal penyelesaian, dan tingkat produksi bagi Nickel Industries.
Proyek TMI sedang dalam tahap konstruksi, dengan proses commissioning atau uji coba operasional diperkirakan dimulai pada pertengahan tahun 2027. Secara total proyek ini diperkirakan menelan biaya konstruksi senilai US$965 juta atau sekitar Rp17,29 triliun.
Adapun, kapasitas produksi desain TMI ditargetkan sebesar 38.640 ton nikel per tahun. Proyek ini akan memberikan kontribusi produksi yang menjadi hak Nickel Industries sekitar 6.775 ton nikel per tahun dalam bentuk MHP.
"TMI merupakan salah satu proyek pengembangan HPAL yang paling efisien dari sisi penggunaan modal di dunia. Selain itu, keekonomian bisnis HPAL telah terbukti dalam portofolio kami. Fasilitas HPAL HNC [Huayue Nickel Cobalt] mencatat margin EBITDA yang disesuaikan sebesar US$9.996 per ton nikel bagi Perseroan pada kuartal I/2026," kata Werner.
Dari sisi strategis, Proyek Sampala milik Nickel Industries akan menjadi pemasok eksklusif bijih nikel bagi TMI sehingga menempatkan Nickel Industries tidak hanya sebagai investor ekuitas tetapi juga sebagai pemasok bahan baku hulu. Skala sumber daya dan kadar bijih Proyek Sampala yang berkelas dunia akan memastikan pasokan bijih bagi TMI tetap terjamin selama beberapa dekade mendatang.
Nickel Industries saat ini memperkirakan akan mendanai investasi tersebut menggunakan cadangan kas yang dimilikinya serta arus kas yang dihasilkan dari operasi bisnis yang sudah berjalan. Apabila diperlukan tambahan pendanaan, Shanghai Decent telah menyatakan kesediaannya untuk memberikan pendanaan dalam bentuk utang dengan syarat dan ketentuan komersial yang wajar.
#nickel-industries #smelter-nikel #smelter-hpal #untr #united-tractors #imip #nikel #baterai