Bayar Pajak Pakai Bitcoin? Begini Cara Pemprov Zug di Swiss Mengelolanya

Bayar Pajak Pakai Bitcoin? Begini Cara Pemprov Zug di Swiss Mengelolanya

Kanton (Provinsi) Zug menerima pembayaran pajak dengan Bitcoin sebagai simbol dukungan terhadap blockchain, tetapi dananya langsung dikonversi.

(Kompas.com) 26/06/26 00:24 260141

ZUG, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi Zug, Swiss, menerima pembayaran pajak menggunakan Bitcoin dan aset kripto lainnya sebagai bagian dari dukungan terhadap perkembangan teknologi blockchain. Namun, aset digital tersebut tidak disimpan sebagai cadangan pemerintah, melainkan langsung dikonversi menjadi mata uang Swiss franc.

Hal itu diungkapkan Head of Economic Affairs Kanton (Provinsi) Zug Silvia Thalmann-Gut dalam wawancara khusus delegasi jurnalis Kompas Gramedia (KG) Grup, termasuk Kompas.com, di sela "Indonesia-Swiss Business Forum Series 2026" bertema "Digital Economy: Enhancing Collaboration in the Fastest Emerging Market" di Zug, Swiss.

"Kami percaya bahwa teknologi blockchain adalah sesuatu yang baik," kata Silvia, dalam kesempatan wawancara singkat tersebut.

Menurut dia, penerimaan pembayaran menggunakan aset kripto merupakan bentuk kepercayaan pemerintah terhadap teknologi blockchain yang berkembang di Crypto Valley, kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat inovasi blockchain dunia.

Meski demikian, pemerintah tidak mengambil risiko dari fluktuasi harga aset kripto.

"Ketika kami menerimanya, kami langsung mengubahnya menjadi Swiss franc," lanjutnya.

Silvia menjelaskan, kebijakan tersebut bukan dimaksudkan agar pemerintah menyimpan aset kripto sebagai bagian dari keuangan daerah.

Sebaliknya, langkah tersebut lebih ditujukan sebagai simbol bahwa pemerintah terbuka terhadap inovasi di bidang ekonomi digital.

"Itu adalah sinyal kepada dunia bahwa keuangan digital adalah sesuatu yang baik," ujar perempuan yang menjabat sejak 2019 tersebut.

Menurut dia, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun citra Zug sebagai wilayah yang ramah terhadap inovasi blockchain dan teknologi keuangan digital.

Simbol Dukungan terhadap Blockchain

Silvia mengatakan, penerimaan pembayaran pajak menggunakan aset kripto lebih banyak memberikan dampak dari sisi kepercayaan pasar dibandingkan manfaat finansial secara langsung bagi pemerintah.

"Bagi kami, itu bukan benar-benar sebuah risiko besar," tegasnya.

Hal itu karena setiap pembayaran yang diterima segera dikonversi ke Swiss franc sehingga pemerintah tidak terpapar perubahan harga Bitcoin maupun aset kripto lainnya.

Ia memperkirakan kebijakan tersebut mulai diterapkan sekitar delapan tahun lalu, seiring berkembangnya ekosistem blockchain di Crypto Valley.

10 Tahun Membangun Dialog

Dalam kesempatan yang sama, Silvia juga menjelaskan bahwa keberhasilan Crypto Valley tidak hanya ditopang oleh teknologi, tetapi juga komunikasi antara pemerintah, pelaku industri baru, dan sektor keuangan konvensional.

Menurut dia, pada awal berkembangnya Crypto Valley, bank-bank tradisional Swiss masih memandang blockchain sebagai teknologi yang terlalu baru.

Saat itu, katanya, bank-bank tradisional Swiss mengatakan bahwa teknologi ini terlalu baru.

Karena itu, pemerintah mempertemukan pelaku industri lama dan perusahaan blockchain melalui berbagai forum diskusi agar kedua pihak dapat saling memahami peluang maupun tantangan teknologi baru.

"Kami harus membawa mereka bersama untuk menjelaskan dan juga memahami kekhawatiran bank serta industri tradisional," lanjutnya.

Menurut dia, proses membangun kepercayaan tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat, yakni sekitar 10 tahun.

#RICH_75indonesiaswiss

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#bitcoin #swiss #kripto #zug #crypto-valley

https://money.kompas.com/read/2026/06/26/002438926/bayar-pajak-pakai-bitcoin-begini-cara-pemprov-zug-di-swiss-mengelolanya