Tata Kelola dan Akuntabilitas Jadi Kunci Jaga Ketahanan Pangan Nasional
BPK dan Bulog sinergi perkuat ketahanan pangan nasional melalui tata kelola akuntabel dan pengawasan efektif, pastikan kebijakan pemerintah tepat sasaran.
(Kompas.com) 28/06/26 19:49 262123
JAKARTA, KOMPAS.com - Tata kelola yang baik dan akuntabilitas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Pengawasan yang efektif terhadap pelaksanaan program pangan dapat memastikan setiap kebijakan pemerintah berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pandangan itu disampaikan Anggota VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Slamet Edy Purnomo, dalam orasi ilmiahnya saat pengukuhan gelar profesor kehormatan yang diterimanya dari Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Sabtu (27/6/2026).
Dalam pemaparan orasi ilmiah tersebut, hadir pula Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
"Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama ketahanan nasional yang membutuhkan tata kelola yang akuntabel, kolaboratif, dan berkelanjutan," ungkap Slamet dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (28/6/2026).
Ia pun memastikan bahwa BPK berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah melalui fungsi pemeriksaan yang konstruktif, termasuk pada perusahaan pelat merah yang mendapatkan penugasan.
Hal itu untuk memastikan setiap kebijakan strategis, termasuk di sektor pangan dapat berjalan secara efektif, efisien, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Senada dengan orasi ilmiah tersebut, Ahmad Rizal menyatakan, sebagai salah satu BUMN sektor pangan, Bulog meyakini penguatan tata kelola menjadi salah satu aspek penting dalam menjalankan penugasan pemerintah.
"Pemikiran beliau mengenai tata kelola dan penguatan akuntabilitas menjadi kontribusi penting dalam mendukung program strategis pemerintah, termasuk mewujudkan ketahanan pangan nasional," ucap Rizal.
Ia mengatakan, Bulog siap terus bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BPK, untuk memastikan setiap penugasan pemerintah dapat dijalankan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Menurut Rizal, penguatan tata kelola yang didukung pengawasan independen dan konstruktif merupakan fondasi penting untuk menjaga keberhasilan program ketahanan pangan nasional.
"Sinergi antara pemerintah, BPK RI, BUMN, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan akan menjadi kekuatan utama dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia," tutupnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#perum-bulog #ketahanan-pangan #bpk-ri #tata-kelola-akuntabel