Putin Sebut Pasokan BBM Rusia Terganggu, Larangan Ekspor Diesel Mulai Dikaji

Putin Sebut Pasokan BBM Rusia Terganggu, Larangan Ekspor Diesel Mulai Dikaji

Putin mengakui Rusia mengalami kelangkaan BBM di sejumlah wilayah. Pemerintah mengkaji larangan ekspor diesel demi menjaga pasokan.

(Kompas.com) 29/06/26 05:18 262221

KOMPAS.com-Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui negaranya sedang menghadapi kelangkaan bahan bakar di sejumlah wilayah.

Pemerintah membentuk gugus tugas yang bekerja sepanjang waktu untuk menjaga pasokan tetap tersedia di seluruh negeri.

Pengakuan itu disampaikan Putin saat memimpin rapat bersama pejabat senior mengenai pasokan dan distribusi bahan bakar, Minggu (28/6/2026).

Ia mengatakan serangan drone Ukraina terhadap fasilitas minyak Rusia ikut memperparah gangguan pasokan. Pemerintah pun diminta menekan dampak serangan tersebut semaksimal mungkin.

"Anda sangat menyadari bahwa masalah bagi para pengemudi dan bagi dunia usaha masih terus berlanjut," kata Putin, seperti dikutip kantor berita Rusia.

"Sayangnya, masih ada antrean di stasiun pengisian bahan bakar juga."

"Kita harus mengurangi hingga minimum dampak serangan teroris terhadap target sipil dan infrastruktur kita," lanjutnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina meningkatkan serangan drone jarak menengah dan jarak jauh ke wilayah Rusia maupun wilayah Ukraina yang diduduki Rusia. Fasilitas industri, terutama sektor minyak, menjadi sasaran utama.

Putin mengatakan Rusia kini mengandalkan cadangan bensin untuk menjaga pasokan. Stok bensin saat ini mencapai 1,7 juta metrik ton. Ia berharap produksi pada Juli melampaui capaian Juni sehingga kondisi pasokan di dalam negeri membaik.

Pemerintah juga sedang mengkaji larangan penuh ekspor solar atau diesel untuk menjaga ketersediaan pasokan domestik.

"Kebutuhan untuk memberlakukan larangan total terhadap ekspor bahan bakar diesel sedang dipertimbangkan," ujar Putin.

Pernyataan itu berbeda dengan pandangan Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak. Menurut kantor berita Interfax, Novak sebelumnya menilai Rusia belum perlu melarang ekspor diesel.

Putin menegaskan gugus tugas yang menangani pasokan bahan bakar terus bekerja tanpa henti. Pemerintah, menurut dia, harus mengambil langkah yang sebanding dengan besarnya tantangan agar pasokan meningkat sekaligus harga tetap terkendali.

Sektor pertanian juga menjadi perhatian karena sedang memasuki musim panen. Putin menilai kelancaran distribusi bahan bakar menjadi faktor penting untuk menjaga produksi pangan.

"Kita perlu melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa semua jadwal pasokan bahan bakar musiman dipertahankan bagi perusahaan-perusahaan agroindustri, karena panen bergantung pada hal itu," kata Putin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#bbm #rusia #putin #diesel

https://money.kompas.com/read/2026/06/29/051800826/putin-sebut-pasokan-bbm-rusia-terganggu-larangan-ekspor-diesel-mulai-dikaji