Kripto Berdarah: Bitcoin Terkapar di Level Rp1,47 Miliar, Suku Bunga Jepang Kembali Menghantui Pasar

Kripto Berdarah: Bitcoin Terkapar di Level Rp1,47 Miliar, Suku Bunga Jepang Kembali Menghantui Pasar

Bitcoin (BTC), sang raja mata uang digital yang kerap dipuja sebagai pelindung nilai masa depan, kembali goyah saat berhadapan dengan realitas ekonomi konvensional.... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 15/12/25 17:29 73462

JAKARTA - Bitcoin (BTC), sang raja mata uang digital yang kerap dipuja sebagai pelindung nilai masa depan, kembali goyah saat berhadapan dengan realitas ekonomi konvensional.

Dalam 24 jam terakhir hingga Senin (15/12/2025) pukul 08.00 WIB, grafik harga memerah, mengirim sinyal kecemasan yang merambat dari Tokyo hingga ke Wall Street.

Data menunjukkan Bitcoin tergelincir -2,00 persen, terlempar ke level USD88.500 atau setara Rp 1.472.201.742.

Pelemahan ini menyeret total kapitalisasi pasar aset kripto turun -1,85 persen ke angka USD2,99 triliun (Rp49.738 triliun). Meski demikian, dominasi Bitcoin masih bercokol kuat di angka 59,07 persen, menandakan altcoin lain menderita lebih parah atau justru bergerak liar tanpa arah.

Hantu Lama Bernama Carry Trade

Mengapa Bitcoin yang digadang-gadang independen bisa begitu sensitif? Panji Yudha, Financial Expert Ajaib, menunjuk satu arah: Jepang. Pasar kini menahan napas menunggu pertemuan kebijakan Bank of Japan (BOJ) pada 18–19 Desember mendatang. Spekulasi kuat berhembus bahwa BOJ akan menaikkan suku bunga menjadi 0,75 persen, level tertinggi sejak era 1995.

Kritik tajam patut dilayangkan pada kerapuhan struktur pasar kripto saat ini. Narasi "Bitcoin sebagai lindung nilai" seolah runtuh seketika ketika keran uang murah dari Jepang (Yen Carry Trade) terancam ditutup.

Sejarah mencatat, kenaikan suku bunga BOJ pada Maret, Juli 2024, dan Januari 2025 selalu memicu selloff (aksi jual massal) karena likuiditas global yang selama ini memompa aset berisiko ditarik pulang ke Negeri Sakura.

Bitcoin, ironisnya, masih berperilaku seperti aset spekulatif yang manja akan likuiditas fiat, bukan sebagai antitesis sistem keuangan.

Di sisi lain, pasar Amerika Serikat (AS) juga menyumbang ketidakpastian. Indikator tenaga kerja dan inflasi yang akan rilis menjadi penentu arah kebijakan The Fed, menambah beban ganda bagi pundak investor ritel yang cemas.

Di tengah tekanan pada Bitcoin, pasar altcoin justru mempertontonkan wajah aslinya sebagai arena judi . Volatilitas ekstrem masih menjadi raja.

Lihat saja Mind Network (FHE) yang meroket tak masuk akal hingga +101,95 persen dalam sehari, diikuti MilkyWay (MILK) yang terbang +85,51 persen, dan Icpe Open Network (ICE) yang naik +55,18 persen.

Namun, di sudut lain, tangisan investor terdengar nyaring. Xterio (XTER) ambles -19,54 persen, WayFinder (PROMPT) tergerus -17,72 persen, dan Gearbox Protocol (GEAR) hilang -17,69 persen.

Ini adalah bukti telanjang bahwa tanpa regulasi ketat dan fundamental jelas, sebagian besar pasar kripto masih berupa "hutan rimba" tempat kekayaan bisa musnah dalam hitungan jam.
(dan)

#bitcoin #harga-bitcoin #investasi-bitcoin

https://tekno.sindonews.com/read/1656131/207/kripto-berdarah-bitcoin-terkapar-di-level-rp147-miliar-suku-bunga-jepang-kembali-menghantui-pasar-1765793523